Ajak Keluarga Besarnya, Jokowi Dinilai Pemborosan Anggaran Negara

Depoliticanews – Presiden Joko Widodo memboyong keluarganya ikut kunjungan
kerja ke Turki dan Jerman. Tak hanya Ibu Negara Iriana, Jokowi juga membawa
ketiga anaknya, yakni Gibran Rakabuming, Kahiyang Ayu, dan Kaesang Pangarep.

Menantu Jokowi yang merupakan istri dari Gibran, Selvi Ananda, juga ikut
dalam rombongan. Begitu juga anak dari Gibran dan Selvi, Ethes, yang baru
berusia satu tahun empat bulan.

Deputi Sekjen Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Apung
Widadi menilai, jika Jokowi mengajak keluarganya atas biaya negara, maka
itu adalah pemborosan anggaran negara.

“Itu pemborosan keuangan negara. Ini bertolak belakang dengan citra Jokowi
yang sederhana kemarin. Pencitraan Jokowi tepatnya,” kata Apung, Minggu
(9/7).

Apung mengatakan, harusnya hanya istri Presiden yang dibawa dalam kunjungan
ke luar negeri. Sebab, Ibu Negaralah yang mendampingi berbagai kegiatan
Kepala Negara. Sementara, keluarga lain seperti anak, menantu dan cucu
tidak ikut mendampingi.

“Presiden tidak mampu memberikan teladan kesederhanaan,” ucap Apung.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago menilai Jokowi tidak
memberikan contoh yang baik kepada rakyat. Padahal selama ini rakyat
diminta mengencangkan ikat pinggang dengan pencabutan subsidi bahan bakar
minyak hingga listrik.

“Masyarakat semakin sulit, biaya hidup makin tinggi, cuma ikat pinggang
enggak berlaku bagi pejabat negara. Jadi hanya berlaku bagi rakyat kecil,”
ucap dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Sementara, politisi Partai Demokrat Rachland Nashidik menyindir Jokowi
lewat akun Twitternya. Ia mengaitkan kunjungan Jokowi dan keluarga ke
Jerman dengan kunjungan beberapa hari sebelumnya, ke kebun binatang Ragunan
beberapa hari sebelumnya.

Saat itu Jokowi hanya ditemani Iriana, Kahiyang dan Kaesang.

“Pak Jokowi punya cara unik mendidik keluarga. Kemarin ke Ragunan nonton
gorila. Kini boyong anak menantu cucu pelesir dibiayai negara,” tulis
Rachlan di akun Twitternya, @ranabaja.

“Kenapa Lebaran bawa keluarga ke Ragunan, Jokowi menjawab: ‘tiketnya
murah’. Kalau bawa keluarga pelesir dengan biaya negara? Tiketnya gratis,”
sindir Rachland.

Adapun pihak Istana Kepresidenan enggan berkomentar menanggapi kritik yang
berdatangan ke Jokowi.

Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi mengaku tidak bisa
berkomentar karena tidak ikut dalam kunjungan ke Turki dan Jerman itu.

“Aku enggak ikut ke Jerman, tanya Pak Pratikno (Menteri Sekretaris Negara)
saja,” kata Johan.

Jawaban serupa disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki. Ia tidak
mau angkat bicara karena tidak ikut dalam rombongan yang berangkat.

“Katanya akan direspons oleh tim yang dampingi di sana,” ucap Teten.

Sementara Pratikno yang belum merespon panggilan telepon dan pesan singkat.

Jokowi dan rombongan keluarga besar berangkat ke Turki dengan pesawat
Kepresidenan Indonesia-1 pada Rabu (5/7), pukul 07.20 WIB dari Pangkalan
TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta.

Di Turki, Jokowi ke Turki untuk membalas kunjungan Presiden Turki Recep
Tayyip Erdogan, yang berkunjung ke Indonesia pada 2015 lalu. Jokowi juga
bertemu dengan para pengusaha dan WNI di sana.

Dari Turki, Jokowi dan rombongan langsung terbang ke Jerman dan tiba di
Bandar Udara (Bandara) Internasional Helmut-Schmidt Hamburg, Kamis (6/7)
malam waktu setempat.

Di Jerman, Jokowi mengikuti pertemuan negara-negara G-20. Selain keluarga,
para pejabat terkait juga ikut dalam rombongan.

Di antaranya Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono
Anung, Kepala BKPM Thomas Lembong.

Ada pula Plt Kepala Sekretariat Presiden Winata Supriatna, Sekretaris
Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, Komandan Paspampres Mayjen TNI
(Mar) Suhartono, Dirjen Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri Andri
Hadi, Sekretaris Pribadi Presiden Anggit Noegroho, Staf Khusus Presiden Ari
Dwipayana dan Plt Deputi Bidang Protokol, Pers, Media dan Informasi
Sekretariat Presiden Ari Setiawan. (Amr)


TAG


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *