Akhirnya, Wanala Unair Sukses Taklukkan Puncak Denali Alaska

Depoliticanews – Setelah 18 hari pendakian, Tim Airlangga Indonesia Denali
Expedition (Aidex) UKM Pencinta Alam Wanala Unair berhasil meraih puncak ke
5 dari 7 puncak tertinggi dunia Denali – Alaska (6.194 mdpl) pada pukul
14.05.

Pendakian yang dilakukan ketiga atlet yang terdiri dari Muhammad Faishal
Tamimi (mahasiswa Fakultas Vokasi/2011), Mochammad Roby Yahya (mahasiswa
Fakultas Perikanan dan Kelautan/2011), dan Yasak (alumnus Fakultas Ilmu
Sosial dan Ilmu Politik) yang menempuh jarak 2,5 mil sejak pukul 3.00 pagi
waktu Indonesia.

“Alhamdulillah kami sudah mencapai puncak, dan kami tetap meminta bantuan
doa dari semua pihak agar tim dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat,”
tutur Roby, Rabu (14/6) waktu Alaska.

Ia mengungkapkan, selama tujuh hari lalu para pedaki mengalami kendala
cuaca buruk berupa badai salju, angin kencang, snow showers (anomali cuaca
cerah dan hujan salju), dan whiteout (kondisi kabut tebal).

“Pada pukul tiga pagi tanggal 13 Juni, tim melakukan perjalanan dari kamp
empat (14.100 kaki) menuju kamp lima (17.200 kaki). Tim sampai di kamp lima
pada pukul tiga sore,” terang Roby.

Beberapa faktor menjadi penyebab lamanya perjalanan pendakian. Pertama,
kondisi fisik yang sudah lama tak bergerak selama tujuh hari. Kedua,
curamnya jalur pendakian yang memiliki sudut antara 50 hingga 60 derajat.

Ia menambahkan, pada tiga jam awal perjalanan, kecepatan tim atlet AIDeX
sempat melambat karena stamina. Selain itu, kondisi cuaca turut
mempengaruhi perjalanan tim. Menurut perkiraan cuaca, kecepatan angin di
Denali mencapai 30 km per jam dengan suhu mencapai minus 39 derajat Celsius
dan ketebalan salju mencapai 18 sentimeter.

“Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi selama di kamp lima, ketiga atlet AIDeX
harus terbiasa mengkonsumsi makanan kering. Tak hanya itu, tim atlet AIDeX
juga membangun tenda selama dua jam. Selain itu,, salju membuat dinding es
yang cukup tebal bahkan lebih tebal dari kamp sebelumnya karena angin
kencang dapat mengikis dinding balok es. Ditambah pula dengan badai yang
bisa datang kapan saja,” tutur Roby.

Manajer atlet AIDeX Wahyu Nur Wahdi mengatakan, bila kondisi cuaca di medan
Denali memungkinkan, tanggal 15 Juni waktu Indonesia para atlet akan
melakukan perjalanan menuju puncak.

“Kami mohon bantuan doa kepada sivitas akademika dan masyarakat agar cuaca
di Denali terus bersahabat agar tim dapat mencapai tujuan dan kembali ke
tanah air dengan selamat,” terang Wahyu.

Tim atlet AIDeX telah menghabiskan waktu selama 18 hari di Gunung Denali
terhitung sejak tanggal 27 Mei waktu Alaska. Kelancaran tim atlet dalam
melalui rintangan di Denali tak lepas dari berbagai persiapan yang telah
dilakukan selama berada di Indonesia. Selama 18 bulan, persiapan tim AIDeX
banyak dibantu oleh PT. PP Properti (Tbk) dan PT. Pegadaian Persero.

Diketahui, Denali bukanlah puncak pertama yang didaki oleh anggota Unit
Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam (UKM Wanala). Empat dari tujuh puncak
tertinggi yang telah digapai tim adalah Puncak Carztenz Pyramid
(Indonesia/1994), Kilimanjaro (Tanzania/2009), Elbrus (Rusia/2011), dan
Aconcagua (Argentina/2013).

Selain ke Denali, ekspedisi ke Vinson Massif di Antartika serta Everest di
Himalaya akan menggenapi ekspedisi seven summits anggota UKM Wanala. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *