AMPN Minta Jokowi Hati-hati dengan Rini Soemarno

Depoliticanews – Sejumlah mahasiswa lintas perguruan tinggi di Jakarta yang
menamakan diri Aliansi Mahasiswa Pengawal Nawacita (AMPN), memperingatkan
Presiden Jokowi untuk berhati-hati dengan kebijakan Menteri BUMN Rini
Soemarno.

Dalam aksi yang di AMPN di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (29/1),
mereka membagi-bagikan selebaran berisi sejumlah peringatan untuk
pemerintahan yang dipimpin Presiden Joko Widodo.

Selain itu, mereka juga menggelar mimbar bebas sambil mengusung sejumlah
poster dan spanduk sehingga menyita perhatian masyarakat yang sedang
berolahraga di hari bebas kendaraan bermotor atau car free day.

Kordinator aksi AMPN Khairul Fuad dalam orasinya menyatakan, Presiden
Jokowi harus mewaspadai Rini Soemarno yang terus berupaya menempatkan
orang-orangnya demi memperkuat cengkeraman atas BUMN. Terakhir yang menjadi
sorotan adalah keputusan menunjuk Ahmad Bambang sebagai wakil direktur
Pertamina.

“Termasuk menempatkan orang-orang bermasalah di Pertamia. Semuanya
dilakukan untuk menggerogoti nawacita yang dicanangkan Jokowi,” kata
Khairul dalam orasinya.

Khairul menegaskan, pengaruh keluarga Soemarno terhadap Pertamina sudah
mengakar lama. Dulu ada kakak kandung Rini, Ari Hernanto Soemarno yang juga
pernah memimpin Pertamina.

“Yang terbaru, mereka mengangkat Ahmad Bambang sebagai wakil dirut
Pertamina. Padahal, orang ini jelas bermasalah dan sedang diperiksa
Kejaksaan Agung dalam dugaan kasus korupsi penyedian dan operasional kapal
di PT Pertamina Trans Kontinental tahun 2012- 2014,” tambahnya.

Pengangkatan Ahmad Bambang tersebut, imbuh dia, hanya akal-akalan untuk
mendongkel Dwi Sutjipto sebagai Dirut Pertamina.

“Informasi yang beredar, para komisaris rapat rahasia dan menyetujui
mendongkel Dwi Sutjipto untuk memuluskan kepentingan mereka,” ujarnya.

Karenanya, AMPN mengingatkan Jokowi untuk mengganti Rini.

“Kami dukung Pak Jokowi untuk bersih-bersih kabinet, dan itu harus dari
dalam Istana,” tegasnya.

Khairul juga mengaku prihatin karena banyak aktivis yang dulu vokal
tiba-tiba bungkam. Beberapa aktivis yang dulu dikenal vokal memang kini
mendapat posisi enak sebagai komisaris di BUMN.

“Mungkin mereka sudah kekenyangan dan tidur enak karena banyak diangkat
jadi komisaris BUMN, sehingga tidak peka lagi dengan kondisi bangsa,”
pungkasnya. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *