Basuki Diduga Rutin Terima Suap dari 10 Kepala Dinas

Depoliticanews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga suap yang
diterima oleh Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur (Jatim) Mochammad Basuki tidak
hanya dari Kepala Dinas Perternakan, Rohayati dan Kepala Dinas Pertanian,
Bambang Heriyanto. Ketiga pejabat tersebut telah berstatus tersangka kasus
dugaan suap terkait tugas pengawasan dan pemantauan terhadap revisi Perda
dan penggunaan anggaran tahun 2017. Basuki diduga rutin menerima aliran
dana dari 10 kepala dinas yang bermitra dengan Komisi B DPRD Jatim.

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan tak membantah adanya informasi yang
diterima penyidik tersebut. Namun, Basaria menyatakan, pihaknya akan terus
mendalami informasi tersebut.
“(10 Kadis turut menyetorkan uang ke DPRD), iya itu menurut informasi
sementara yang diterima oleh penyidik, mereka para kadis memberikan
seju‎mlah uang,” kata Basaria di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (8/6).

Basaria menyatakan, pihaknya akan terus mengembangkan dan menelusuri adanya
keterlibatan pihak lain dalam kasus ini. Tak menutup kemungkinan, KPK akan
menjerat kepala dinas lain yang turut menyetor uang suap kepada DPRD
sepanjang ditemukan bukti permulaan yang cukup.

“Tentu ada pendalaman yang jelas dan akurat untuk sebelum ditetapkan
tersangka,” tegasnya.

Diketahui, Komisi B DPRD Jatim yang dipimpin Basuki bermitra dengan 10
Satuan Kerja Perangkat Daerah, yakni, Dinas Pertanian, Badan Ketahanan
Pangan, Dinas Perkebunan, Dinas Peternakan, dan Dinas Kehutanan, Dinas
Perikanan dan Kelautan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi
dan UMKM, Dinas Kebudayaan dan Priwisata, Biro Administrasi Perekonomian,
dan Biro Administrasi Sumber Daya Alam.

Diketahui, KPK mengamankan enam orang dalam OTT yang digelar di Jawa Timur
pada Senin (5/6). Keenam orang yang diamankan itu, yakni Ketua Komisi B
DPRD Jatim, M Basuki; dua Staf DPRD Jatim, Rahman Agung dan Santoso; Kepala
Dinas (Kadis) Pertanian Provinsi Jatim, Bambang Heryanto dan ajudannya
Anang Basuki Rahmat; serta Kadis Peternakan, Rohayati.
Setelah diperiksa secara intensif, keenam orang tersebut ditetapkan sebagai
tersangka kasus dugaan suap terkait tugas pengawasan dan pemantauan
terhadap revisi Perda dan penggunaan anggaran tahun 2017.

Basuki, Rahman Agung dan Santoso yang ditetapkan sebagai tersangka penerima
suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU no 31
tahun 1999 sebagaimana diubah UU no 20 tahun 2001 Pemberantasan Tindak
Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Sementara Bambang Heryanto,
Rohayati dan Anang Basuki Rahmat yang ditetapkan sebagai tersangka pemberi
suap dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU
nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU nomor 20 tahun 2001 jo Pasal 55
ayat (1) ke-1 KUHP. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *