Beli Barang di Luar Negeri Kena Bea Masuk Impor

Depoliticanews – Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan, tidak terdapat
aturan baru dari ketentuan bea masuk untuk barang mewah yang dibawa dari
luar negeri. Aturan tersebut sudah ada sejak 1996 dan kemudian direvisi
pada 2017 menjadi Peraturan Menkeu Nomor 188/PMK.04/2010.

Ia menjelaskan, pada prinsipnya semua barang yang dimasukkan ke dalam
wilayah Republik Indonesia dianggap sebagai barang impor. ”Untuk barang
penumpang yang masuk melalui bandar udara, pelabuhan laut dan perbatasan,
maka terutang bea masuk dan pajak dalam rangka impor,” ujarnya, Kamis
(21/9).

Pernyataan tersebut menanggapi video viral seorang penumpang pesawat yang
dikenai bea masuk karena membeli tas mewah dari luar negeri. Menkeu
mengatakan, yang termasuk barang penumpang adalah barang keperluan pribadi
penumpang dan barang dagangan. Barang pribadi penumpang adalah semua barang
yang dibawa oleh semua penumpang tapi tidak masuk barang dagangan.

”Barang dagangan adalah barang yang menurut jenis, sifat, dan jumlah tidak
wajar untuk keperluan pribadi,” ujarnya.

Praktisi Pajak Yustinus Prastowo menilai, pungutan barang bawaan yang
dibeli di luar negeri sudah sewajarnya untuk dipungut bea masuk, pajak
pertambahan nilai (PPN), maupun PPh. Namun, ia menyebutkan, yang merugikan
negara jika tidak dipungut pajak adalah barang-barang kulakan.

”Yang merugikan itu kulakan. Kalau kebijakan, itu untuk proteksi sehingga
harus diterima,” kata Yustinus.

Menurut dia, pungutan barang yang dari luar negeri memang bisa saja
dikurangi. Jumlahnya disesuaikan dan bisa dibedakan yang hanya untuk
belanja dengan kulakan. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *