Bloomberg: Khofifah Tokoh Perempuan Berpengaruh

Depoliticanews – Media massa asal Amerika Serikat Bloomberg menyebut
Khofifah Indar Parawansa sebagai salah satu tokoh berpengaruh di
Pemerintahan Jokowi – JK. Khofifah juga dianggap sebagai simbol kesuksesan
perempuan di kancah politik nasional.

Pujian tersebut disampaikan Bloomberg lewat artikel yang diturunkan akhir
Juli lalu berjudul “World’s Biggest Muslim Country Puts More Women Into
Senior Roles”.

Alumnus Universitas Airlangga (Unair) yang kini menjabat sebagai Menteri
Sosial dinilai berperan penting dalam upaya pengentasan kemiskinan dan
peningkatan kesejahteraan sosial di Indonesia.

“Parawansa, merupakan salah satu contoh Menteri wanita di negara muslim
terbesar di dunia. Ini merupakan contoh kesuksesan sebuah negara dalam
memecahkan streotip gender dan agama,” kata artikel yang ditulis reporter
Rieka Rahadiana, Molly Dai, and Karl Lester M Yap itu, Minggu (13/8).

Bloomberg juga menceritakan sedikit perjalanan Khofifah yang dinilai cukup
berani mengambil risiko. Saat Soeharto masih berkuasa, Khofifah yang masih
berusia 32 tahun membacakan pidato yang sangat kontroversial dihadapan
parlemen yang membuat kaget banyak pihak.

Khofifah melontarkan kritik tajam terhadap pemerintahan orde baru dan
pandangan-pandangannya tentang demokratisasi di depan sidang. Keberanian
Khofifah tersebut membuat karirnya di bidang politik kian naik.

“Pidato tersebut cukup kontroversial sehingga suaminya khawatir akan
keselamatannya,” tulis Bloomberg.

Menurut Khofifah, seperti yang dikutip dari Bloomberg, bahwa kesempatan
bagi perempuan di semua bidang atau lini kehidupan seharusnya tidak
ditunggu melainkan dikejar. Mengingat saat ini Perempuan dan Laki-laki
sekarang relatif memiliki kemampuan dan kesempatan yang sama.

Selain Khofifah, perempuan lain yang menempati jabatan strategis di
pemerintahan Jokowi-JK yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Luar
Negeri Retno Marsudi dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Bloomberg merilis data dari Inter-Parliamantary Union, dimana Indonesia
merupakan negara paling tinggi rasio perempuan yang menjabat sebagai
Menteri dari 10 negara yang memiliki populasi besar. Indonesia memperoleh
angka rasio 26 persen, mengalahkan India (18 persen) dan Jepang (16 persen)
dan negara berpenduduk terbesar di dunia, China (8 persen).

Fakta tersebut belum digabung dengan jumlah perempuan di parlemen Indonesia
dimana mencapai hampir seperlima kursi, atau naik delapan persen
dibandingkan tahun 2003. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *