BM PAN Ragukan Keabsahan Tudingan Jaksa KPK

Depoliticanews – DPP Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN)
meragukan keabsahan tudingan Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang
menyebut aliran dana korupsi alkes mengalir kepada rekening mantan Ketua
Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais sebesar Rp 600 juta.

Ketua Umum DPP BM PAN, Ahmad Yohan tak yakin Amien Rais menerima duit dari
hasil korupsi. Sebaliknya, Yohan menegaskan bahwa tudingan yang dilayangkan
Jaksa sebagai pembunuhan karakter karena selama ini Amien selalu kritis
terhadap segala bentuk kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Penyebutan
nama Amien Rais dalam kasus korupsi Alkes oleh Jaksa KPK tanpa fakta hukum
yang kuat, adalah bentuk teror terkejam terhadap para pencari keadilan yang
berbeda diametral dengan kekuasaan.

“Penyebutan nama Amien Rais dalam kasus korupsi Alkes, adalah narasi
politik yang dipaksakan menjadi pembenaran hukum. Tujuannya menciptakan
opini, mengikuti arus logika publik, baik di media mainstream dan lini masa
yang ingar-bingar,” ujar Yohan, Senin (5/6).

Seperti kasus-kasus beraroma politik yang sudah terjadi, Yohan menyebut
bahwa KPK selalu menciptakan skenario busuk. Menabur opini atau menebarkan
fakta hukum yang lemah ke publik untuk mencari pembenaran melalui logika
publik yang ingar-bingar. Tersebarnya Sprindik KPK ke publik dalam beberapa
kasus, adalah bukti nyata peradilan korupsi yang busuk dan sesat, dengan
cara mematikan orang dengan mencari pembenaran melalui industri opini.

“KPK acap mencari legitimasi dan opini publik dalam mengejar
perkara-perkara politis yang fakta hukumnya dipaksakan. Sementara dalam
kasus lain, KPK berdalih sulit menemukan niat jahat. Dalam kasus perkara
korupsi tertentu, KPK menggunakan hasil audit BPK, sementara dalam kasus
lain, KPK menafikan hasil audit BPK yang secara jelas menyatakan adanya
kerugian negara. KPK justru kini, menjadi beban bagi pemberantasan korupsi
di Indonesia,” tukasnya.

Yohan menambahkan bahwa pada intinya, nyali politik KPK lebih tajam dari
nyali penegakan hukum secara adil dan benar. Yohan melihat dan mencontohkan
bahwa selama ini KPK tidak berani memanggil pihak-pihak yang terlibat dalam
mega skandal korupsi BLBI? Padahal, kasus ini merupakan kejahatan terbesar
sepanjang usia republik, dengan meraibkan uang negara Rp.600 triliun.

“Hingga kini, beban bunga rekap oblikasi BLBI setiap tahunnya membebani
APBN sebesar Rp.60-70 triliun. Saat ini, beban bunga rekap oblikasi BLBI
setiap tahunnya membebani APBN. Hampir 75 persen utang negara berasal dari
beban utang BLBI yang dirampok,” tambah Yohan.

Selain BLBI, Yohan juga menyebutkan soal kasus bailout bank Century, bank
yang gagal akibat dirampok pemilik, lalu dibebankan pada negara sebesar
Rp.6,7 triliun. Dia lantas bertanya apakah KPK punya nyali mengusut
kasus-kasus mega korupsi ini? Ataukah KPK cuma kolaborator yang diciptakan
menjadi blunder dalam pemberantasan korupsi di Indonesia?Kisah fitnah keji
terhadap Amien Rais, pun disisipi kenyataan-kenyataan mengernyitkan di
balik layar perjuangan dan dakwah tokoh Reformasi itu.

“Akhirnya publik dan media tahu, bahwa tudingan aliran dana itu fitnah
belaka. Pembunuhan karakter. Dana tersebut adalah sumbangan dari sahabat
perjuangannya Soetrisno Bachir sejak PAN belum lahir. Soetrisno Bachir yang
menjalankan wasiat ibu kandungnya, membantu perjuangan Amien Rais. Bantuan
untuk dakwah dan perjuangan Amien Rais,” pungkasnya. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *