Cak Imin Ingin Dirikan Pusat Studi Multikulturalisme di Unair

Depoliticanews – Akan dikukuhkannya sebagai Honoris Causa dari Universitas
Airlangga (Unair) Surabaya, tiba-tiba Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa
Muhaimin Iskandar ingin mendirikan pusat studi multikulturalisme di Unair.

Namun, dengan catatan keinginan yang diutarakan oleh mantan Menakertrans
itu akan terealisasi seusai dilantiknya sebagai doktor kehormatan.

“Saya berkeinginan kedepan Unair sebagai pusat IPTEK tidak jadi menara
gading, tapi berperan langsung di dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
Salah satu yang belum ada di tanah air kita adalah pusat studi
multikultural atau pusat studi kebinekaan,” ujar Cak Imin sapaan akrabnya
saat konferensi pers di ruang Rektor, Kantor Manajemen​ Unair, Senin (2/10).

Ia mengatakan, pusat studi multikulturalisme ini akan menjadi satu-satunya
yang ada di Indonesia. Pusat studi ini diharapkan dapat menutup berbagai
ancaman kebinekaan yang selama ini sering menjadi polemik tersendiri di
Indonesia.

“Senergi fraksi maupun organ kemasyarakatan bisa dilibatkan untuk solusi
potensi terutama bidang kajian ini. Saya siap untuk mengerahkan
potensi-potensi dari berbagai kalangan yang sebagian dari pusat studi
kebinekaan,” tandas Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Sementara itu, Rektor Unair Prof Moh Nasih menyambut baik mengenai hal
pendirian pusat studi multikulturalisme. Dan ia telah menyiapkan mengenai
hal itu.

“Sedang kita siapkan. Karena kalau di Unair tidak mudah untuk mendirikan
pusat studi seperti itu. Tempatnya masih kita pilih mana yang cocok dan
sesuai. Nanti kalau sudah siap insya Allah Cak Imin akan datang lagi,”
terang Prof Nasih.

Dengan dibukanya pusat studi multikulturalisme di Unair, lanjutnya, Unair
akan dapat mengilmiahkan ukhuwah basyariyah (persaudaraan kemanusian) yang
selama ini banyak diajarkan di kalangan pondok pesantren.

“Banyak pemikiran Cak Imin dan kalangan NU. Kalau munculnya dari kalangan
NU, dianggap selalu kurang ilmiah. Kalau munculnya dari kalangan kampus
tentu rasanya beda, magnetnya beda. Kita ingin mendorong dan terus
mengembangkan hal-hal yang seperti itu,” pungkasnya.  (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *