Cak Nur Siap Maju Pilgub Jatim !

Depoliticanews – Menjelang pilgub Jatim 2018, muncul banyak kejutan.
Setelah Ketua Kadin Jatim La Nyalla M Mattalitti memutuskan untuk maju
pilgub, kini giliran seorang birokrat memastikan diri akan running pilgub
juga. Artinya, wacana calon tunggal yang mengemuka belakangan ini menjadi
terpatahkan.

Dia adalah Inspektur Provinsi Jatim Nurwiyatno (Cak Nur) yang juga Ketua
Pengurus Daerah Persatuan Alumni GMNI Jatim. Cak Nur akan maju sebagai
cawagub Jatim dan siap dipasangan dengan cagub siapapun.

“Sepuluh hari terakhir Ramadan ini nampaknya merupakan hari khusus bagi Cak
Nur yang menyatakan diri siap dicalonkan baik sebagai cawagub dalam pilgub
2018. Pernyataan ini disampaikan Cak Nur saat buka puasa bersama dengan
kelompok muda nasionalis di Surabaya malam ini,” kata Sekretaris PD PA GMNI
Jatim Onny Setiawan kepada depoliticanews, Kamis (22/6).

Menurut dia, melihat perkembangan politik yang ada, calon gubernur
kemungkinan bisa lebih dari satu. Sehingga, nama Cak Nur yang pernah jadi
Pj Walikota Surabaya selama 5,5 bulan ini cukup potensial untuk dijaring
oleh para parpol peserta pilgub 2018 mendatang.

Dalam kacamata para aktivis alumni GMNI Jatim, Nurwiyatno memiliki beberapa
kelebihan jika disandingan dengan calon gubernur manapun yang akan
bertarung pada pilgub 2018 nanti.

Pertama, Nurwiyatno adalah birokrat senior di pemprov Jatim sehingga sangat
paham dengan berbagai persolan pemerintahan daerah di Jatim. Kedua,
Nurwiyatno dinilai mampu melakukan komunikasi politik dengan berbagai
parpol di Jatim. Hal ini dapat dibuktikan pada para anggota DPRD provinsi
Jatim (sebagai reperentasi parpol yang ada di lembaga legislatif) yang
mengenal baik sosok Cak Nur ini.

“Ketiga, Nurwiyatno, adalah mantan aktivis yang tergabung dalam GMNI di
Universitas Jember dan sekarang menjadi Ketua Persatuan Alumni GMNI Jawa
Timur yang diakui memiliki jaringan politik yang cukup luas di Jawa Timur,”
tuturnya.

Dengan tiga alasan itulah, menurut dia, dapat disimpulkan bahwa Nurwiyatno,
yang sekarang menjabat sebagai Inspektur Jatim ini merupakan figur yang
layak untuk disandingkan dengan nama cagub seperti Gus Ipul, Risma maupun
Khofifah dalam pilgub 2018 mendatang.

Nurwiyatno yang dikonfirmasi menegaskan, dirinya siap maju pada pilgub
Jatim dan akan melakukan silaturahmi ke parpol serta tokoh-tokoh simpul di
Jatim. Seperti dedengkot Golkar Ridwan Hisjam (RH) dan KH Ali Maschan
Moesa. Dua nama ini pernah bertarung dalam pilgub Jatim 2008. Ketika itu,
RH menjadi cawagub pasangan Alm Sutjipto PDIP. Sedangkan, KH Ali Maschan
Moesa adalah cawagub pasangan Soenarjo.

“Para-para senior di PA GMNI sudah lama mengusulkan saya maju pilgub.
Awalnya saya nggak pernah menanggapi. Tapi mereka para senior memberikan
alasan bahwa harus ada pengganti Pakde Karwo memimpin Jatim dari PA GMNI.
Pakde sendiri adalah mantan Ketua Pengurus Pusat PA GMNI. Pasangan
religius-nasionalis masih jadi pasangan ideal di Jatim,” tukas Cak Nur.

Dirinya merasa tersanjung dan terhormat diberi kepercayaan untuk maju
pilgub Jatim. “Saya akan melihat perkembangan politik seperti apa. Saya
siap maju cawagub Jatim. Kalau saya dikehendaki parpol untuk maju, saya
siap mengundurkan diri dari PNS,” ujar pejabat yang akan memasuki pensiun
per 1 Oktober 2018 ini.

Berdasarkan data yang diperoleh, Cak Nur berkarir selama 24 tahun di
Inspektorat mulai menjadi staf hingga sekretaris. Kemudian, 7 tahun pernah
menjabat sebagai Kepala Biro Keuangan Pemprov (era Gubernur Imam Utomo) dan
Kepala BPKAD Jatim (era Pakde Karwo periode pertama). Cak Nur juga pernah
mengincipi menjadi Pj Walikota Surabaya (5,5 bulan) sejak September 2015.
Dan, sejak tahun 2015 hingga saat ini menjadi Inspektur Provinsi Jatim.

Karirnya di organisasi pernah sebagai Wakil Bendahara Pengurus Pusat PA
GMNI 2010-2015, Ketua PD PA GMNI Jatim 2015-2020. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *