Calon Pemenang Pilgub DKI Belum Dapat Diketahui Sekarang

Depoliticanews – Melihat temuan survei adanya kenaikan elektabilitas ketiga
pasangan calon yang akan bertarung dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI
2017, Poltracking Indonesia menyatakan belum bisa menyimpulkan siapa
pemenang dalam Pilgub DKI yang akan digelar pada 15 Februari 2017.

Survei Poltracking Indonesia dilaksanakan pada 9-13 Januari dengan
menggunakan metode multi-stage random sampling. Jumlah responden ada
sebanyak 800 orang dengan margin error sekitar 3,46 persen pada tingkat
kepercayaan 95 persen.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda AR mengatakan dengan
adanya temuan survei bahwa ketiga pasangan calon gubernur dan wakil
gubernur mengalami kenaikan elektabilitas, maka posisi elektabilitas ketiga
pasangan calon secara statistik masih dalam rentang margin of error.

“Ini artinya, melihat tren yang ada, belum bisa disimpulkan siapa pemenang
Pilgub DKI 2017. Jadi juga belum bisa dibaca, siapa yang akan maju ke
putaran kedua dan siapa yang akan memenangi Pilgub di putaran kedua,” kata
Hanta, Jumat (20/1).

Menurutnya, semua kandidat, baik itu pasangan calon nomor satu, Agus
Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni; pasangan calon nomor dua, Basuki
Tjahaja Purnama (Ahok)- Djarot Saiful Hidayat maupun pasangan nomor tiga,
Anies Baswedan- Sandiaga Uno, masih sangat kompetitif dalam pelaksanaan
Pilgub DKI 2017.

Ketiga paslon tersebut masih memiliki peluang yang sama untuk bisa masuk
pada putaran kedua atau tereliminasi pada putaran pertama. Sebab hingga
saat ini, belum ada satu kandidat pun yang memiliki elektabilitas yang
melejit atau tak terbendung.

“Sebaliknya, belum ada satu kandidat pun yang tertinggal jauh. Semua masih
sama. Semuanya masih fluktuatif dan dinamis,” ujarnya.

Berdasarkan hasil survei Poltracking Indonesia, tren elektabilitas paslon
nomor satu, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni mengalami kenaikan
sebesar 2,33 persen dari bulan November 2016 sebesar 27,92 persen menjadi
30,25 persen di Januari 2017.
Lalu elektabilitas paslon Ahok-Djarot mengalami kenaikan cukup signifikan
sebesar 6,88 persen. Dari bulan November 2016 sebesar 22,00 persen menjadi
28,88 persen di Januari.

“Dari sebelumnya mengalami tren menurun, kini mengalami perubahan trend
elektabilitas naik,” ujarnya.

Selanjutnya, elektabilitas paslon nomor tiga, Anies Baswedan dan Sandiaga
Uno mengalami kenaikan elektabilitas yang paling signifikan sebesar 8,21
persen. Yakni dari 20,42 persen di bulan November 2016 menjadi 28,63 persen
di Januari 2017. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *