Cegah Kanker, Mahasiswa Unair Tawarkan Nisa Kit

Depoliticanews – Lima mahasiswa Universitas Airlangga berhasil membuat
produk, Nitrosamin Tes Kit (Nisa Kit) yang mudah dipakai untuk mendeteksi
makanan itu mengandung nitrosamin atau tidak.

Nitrosamin selama ini digunakan untuk mekanan pengawet yang ditengarahi
banyak bertebaran di pasaran umum. Padahal, nitrosamin merupakan senyawa
karsinogen (zat pemicu kanker).

”Keunggulan produk ini, kami belum menemukan produk lain yang bisa
mendeteksi nitrosamin dalam makanan. Kebanyakan produk yang dijual di luar
adalah produk yang hanya bisa untuk mendeteksi nitrit, dan bukan
nitrosamine,” ujar Yovilianda Maulitiva Untoro, Ketua kelompok Program
Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKMK) dari Fakultas Sains dan
Teknologi (FST) UNAIR ini dalam siaran persnya, Kamis (22/6).

Selain Yovilianda, keempat anggota tim PKMK yang lain adalah Krisnadewi
Suciati, Arini Sabilal Haque, Anisa Maharani, dan Dwiki Rizaldi Wijaya.

Mereka mengangkat inovasinya ini dalam proposal PKMK, dan telah berhasil
lolos dari penilaian Dirjen Dikti, sehingga berhak atas dana penelitian
dari Kemenristekdikti dalam program PKM tahun 2017.

Selain itu, lanjut Yovilianda, harga yang ditawarkan pada produk pendeteksi
nitrit itu sangat mahal, mencapai ratusan ribu.

Sedangkan produk Nisa Kit lebih murah dan sangat mudah dalam aplikasi
penggunaannya. Sehingga para ibu rumah tangga dapat dengan mudah melakukan
pecegahan kanker nasofaring, minimal dalam satu keluarganya.

Dijelaskan, di pasaran masih banyak ditemukan makanan yang diawetkan
menggunakan nitrosamin. Diakui, proses mengawetkan makanan ini biasanya
menggunakan nitrit, dan umumnya jenis makanan yang diawetkan dengan nitrit
itu daging dan ikan asin.
Nitrosamin terbentuk karena saat proses pengawetan makanan itu terjadi
reaksi antara protein dengan nitrit yang menyebabkan terjadinya perombakan
protein dalam makanan.

Nitrit sendiri lebih beracun dibandingkan dengan nitrat, karena itu
konsumsi nitrit pada manusia dibatasi dari konsentrasi 10-200 ppm.

Sehingga adanya nitrosamine dalam makanan juga sangat berbahaya, antara
lain dapat menimbulkan tumor dan kerusakan organ lain. Bahkan yang paling
fatal adalah dapat memicu berkembangnya kanker nasofaring.

Repotnya, banyak masyarakat yang belum mengenal, bahkan belum mengetahui
apa itu kanker nasofaring. Bahkan belakangan penyakit ini sempat menjadi
trending topic, gara-gara seorang aktor asal Korsel yang mengidap kanker
nasofaring, yaitu kanker yang tumbuh pada nasofaring.

Nasofaring adalah bagian sistem pernafasan yang terletak pada hidung bagian
dalam hingga ke tenggorokan.

Berdasarkan pengamatannya, umumnya masyarakat tidak atau belum banyak yang
mengetahui apa saja penyebab kanker, termasuk kanker nasofaring.

Ketika kanker sudah menggerogoti tubuh dan telah mencapai fase kritis
(stadium tinggi), masyarakat baru menyadarinya.

”Padahal sebenarnya masyarakat dapat melakukan pencegahan sejak dini,
sehingga bisa meminimalisir berkembangnya suatu penyakit di dalam tubuh.
Dengan kami buatkan Nisa Kit ini, kami berharap para ibu rumah tangga dapat
dengan mudah mengetahui makanan apa yang terpapar nitrosamin, sehingga bisa
melakukan pecegahan kanker nasofaring,” kata Yovi, panggilan akrabnya. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *