Di Surabaya, AHY Semangati Pemuda untuk Wujudkan Indonesia Lebih Baik

Depoliticanews – Setelah Semarang dan Malang, Surabaya menjadi kota
terakhir yang dikunjungi dalam rangkaian Safari Ramadhan Agus Harimurti
Yudhoyono (AHY) bersama Partai Demokrat. Di Surabaya, Jumat (16/6), AHY
menghadiri undangan dua acara kepemudaan yaitu, dialog terbuka bersama
mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dan mini mentoring bersama
Good News from Indonesia (GNFI) untuk menyapa generasi muda serta berbagi
pengalaman dan gagasannya untuk menjadi jembatan generasi berikutnya menuju
Indonesia Emas 2045.

Usai salat Jumat di Masjid Agung Al-Akbar, Surabaya bersama ayahnya Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY), AHY langsung menuju kampus Unesa, Jalan Ahmad Yani
No. 88. Pada acara yang mengangkat tema “Menata Generasi Muda Bangsa Menuju
Indonesia Emas 2045”, ribuan pemuda pemudi dari Malang, Surabaya, dan
sekitarnya menyambut antusias kedatangan AHY. Hadir pula H. Soekarwo,
Gubernur ke-14 Jawa Timur yang lebih akrab disapa ‘Pakde Karwo’.

Kedatangan AHY disambut antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat ketika
ditampilkan video yang berisi profil singkat yang dilengkapi foto-foto AHY
dari sejak sekolah, taruna, bertugas di TNI hingga sekarang, disambut
histeris oleh tepuk tangan dan teriakan para mahasiswa yang hadir.

Dalam kesempatan itu, AHY menjelaskan bahwa menjadi tanggung jawab
generasinya untuk menjadi jembatan generasi berikutnya mewujudkan Indonesia
yang adil, makmur, dan aman di tahun 2045. “2045 ini bukan milik saya, tapi
milik adik-adik semua, adik-adik yang nantinya berusia 45-50 tahun,
usia-usia yang luar biasa yang begitu matang dan berpengalaman untuk bisa
mengawaki Indonesia di bidang dan profesi apapun di tahun 2045″, ucap AHY
di hadapan ribuan mahasiswa se-Jatim, seperti rilis yang diterima
depoliticanews, Sabtu (17/6).

AHY juga menyampaikan bahwa ada tiga syarat yang harus dicapai untuk
mencapai Indonesia Emas 2045. Pertama, Indonesia harus aman dan damai.
Kedua, adil dan sejahtera. Dan ketiga, maju dan mendunia di tahun 2045. Ia
juga menambahkan bahwa untuk menyongsong era Indonesia emas, sangatlah
krusial untuk menjaga kedaulatan agar tidak diganggu gugat oleh siapapun.
Hal ini termasuk keamanan negara dari terorisme, pemberontakan,
separatisme, hingga konflik komunal antarsesama anak bangsa.

“Saya ingin menjadi bagian dari upaya menyiapkan adik-adik generasi bangsa
menghadapi tantangan dan peluang di abad 21,” terang Agus, menyemangati
ribuan mahasiswa sembari mengingatkan generasi muda untuk menjadi elemen
yang paling bersemangat karena masa depan dipegang oleh generasi muda.

Malam harinya, AHY menghadiri mini mentoring yang diadakan GNFI di Hotel
Arya Centra, Surabaya. “Everyone can be a diplomat,” kata AHY. “Setiap
orang adalah diplomat karena perilaku, sikap dan ucapan kita di forum
internasional itu mencerminkan bangsa kita Indonesia,” jelas Agus sambil
menceritakan pengalamannya menghadiri acara JCI Asia Pacific Conference, di
Ulaanbaatar, Mongolia awal bulan ini.

Jika di Unesa AHY berbicara mengenai pentingnya potensi internal generasi
muda agar siap menyongsong Indonesia Emas 2045, di mini mentoring kali ini,
AHY mengatakan bahwa tidak hanya di dalam negeri kita harus mengambil sikap
tapi juga di luar, karena hal ini mencerminkan bangsa kita. “Diplomasi dan
kerja sama harus dibangun dengan baik oleh kita semua. Tidak cukup antar
pemerintahan, antar pelaku bisnis, tetapi juga individu ke individu,” AHY
menegaskan.

Hadir pula dalam acara tersebut antara lain Ahmad Zulfikar selaku Deputy
National President dari Junior Chamber International (JCI Indonesia) dan
Akhyari Haryanto, Founder Good News from Indonesia. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *