Didakwa Korupsi Alquran, Fahd Arafiq Mengaku Bersalah

Depoliticanews – Politisi muda Partai Golkar Fahd El Fouz alias Fahd Arafiq
mengaku bersalah setelah didakwa korupsi pengadaan Alquran di Direktorat
Jenderal Pembinaan Masyarakat (Ditjen Bimas) Kementerian Agama tahun
2011-2012 serta pengadaan laboratorium Madrasah Tsanawiyah (MTS).

Putra mendiang pedangdut Arafiq itu didakwa menerima suap Rp 3,4 miliar
untuk meloloskan sejumlah perusahaan sebagai pemenang tender.

“Saya mengaku bersalah. Saya tidak mengajukan keberatan (eksepsi),” kata
Fahd usai mendengarkan dakwaan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di
Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (13/7).

Fahd disebut menerima suap Rp 3,4 miliar bersama-sama mantan anggota DPR
Zulkarnaen Djabar serta putranya Dendy Prasetia yang keduanya telah
dipidana terlebih dulu.

Fahd berperan memenangkan PT Batu Karya Mas dalam lelang pengadaan
laboratorium komputer, memenangkan PT Adhi Aksara Abadi Indonesia dalam
pengadaan Alquran tahun 2011, dan ‎memenangkan PT Sinergi Pustaka Indonesia
dalam pengadaan Alquran tahun 2012.

Diuraikan jaksa, ‎dalam proyek pengadaan Alquran tahun 2011 senilai Rp 22
miliar, Ketua Angkatan Muda Partai Golkar itu mendapat imbalan 5%, Dendy
menerima komisi 4%, dan ayahnya Zulkarnaen sebesar 6,5%.

Dalam proyek pengadaan Alquran tahun 2012 senilai Rp 50 miliar, Fahd
menerima jatah 3,25%, Dendy 2,25%, dan Zulkarnaen 8%.

“Mengenai perhitungan fee telah dicatat oleh terdakwa pada secarik kertas,”
kata Jaksa Lie Putra Setiawan membacakan dakwaan.‎

Selain itu, Fahd bersama Dendy dan Zulkarnaen disebut memengaruhi para
pejabat di Kementerian Agama agar meloloskan perusahaan yang mereka tunjuk
sebagai pelaksana proyek.

Seluruh komisi Rp 3,4 miliar yang diterima Fahd, didapat dari Direktur PT
Sinergi Pustaka Indonesia, Abdul Kadir Alaydrus.

Sebelum menjalani proses hukum perkara korupsi Alquran, pada 2012 Fahd
pernah dipidana 2,5 tahun penjara dalam perkara korupsi Dana Penyesuaian
Infrastruktur Daerah (DPPID) Aceh tahun 2011. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *