Digandengkan dengan Azwar Anas, Gus Ipul Belum Bisa Berkomentar

Depoliticanews – Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) belum bisa
berkomentar terkait hasil survei Alvara yang menempatkan dirinya unggul
dari sisi popularitas dan elektabilitas dibandingkan kandidat lain termasuk
Khofifah Indar Parawansa.

Selain itu, dalam survei Alvara, Gus Ipul juga mendapat persetujuan tinggi
responden ketika dipasangkan dengan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

“Ya kita tunggu saja dulu semuanya ya. Saya belum berani berkomentar.
Survei-survei itu hanya petunjuk. Tentu kita perhatikan, kita
pertimbangkan. Dan selebihnya banyak yang perlu dipikirkan untuk menentukan
calon wakil gubernur. Di samping soal kapabilitas dan akseptabilitas, juga
kesepakatan partai koalisi dan mendengar suara tokoh-tokoh masyarakat,”
kata Gus Ipul kepada wartawan usai melantik kepengurusan Karang Taruna
Jatim di Gedung Cak Durasim, Senin (25/9).

Mengenai menguatnya wacana Gus Ipul-Anas yang akan diusung koalisi PKB-PDIP
dan partai lain, Gus Ipul menegaskan belum ada keputusan hingga hari ini.
“Semua nama calon wakil gubernur yang muncul dalam survei dan wacana
politik yang ada, memiliki pengalaman, berprestasi dan pendukung. Salah
satunya adalah nama Mas Anas yang berpestasi diakui publik dan menonjol,”
tukasnya.

Gus Ipul mengaku komunikasi dengan pimpinan parpol di Jatim berlangsung
baik. “Dengan PDIP baik, termasuk PAN baik. Semuanya lancar komunikasinya
untuk pimpinan parpol di Jatim. Semua mekanisme partai telah saya ikuti.
Saya serahkan keputusan kepada DPP partai masing-masing,” jelasnya.

Seperti diketahui, survei Alvara menyebutkan dari aspek popularitas, Wagub
Jatim Saifullah Yusuf (Gus lpul) berada di posisi teratas dengan tingkat
pengenalan 90,2 persen. Posisi berikutnya adalah Mensos Khofifah lndar
Parawansa sebesar 86,6 persen, Walikota Surabaya Tri Rismaharini 73,9
persen.

Kemudian, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat 28,4 persen, mantan
Ketua MK Mahfud MD 26,3 persen dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas
22,3 persen.

Dari sisi elektabilitas untuk simulasi sebelas nama, Gus lpul unggul dengan
angka 32,4 persen, disusul Khofifah 27,7 persen, Risma 16,1 persen dan
Azwar Anas 4,2 persen. Adapun Hasan Aminuddin mendapat 3,3 persen, Djarot
2,3 persen, serta nama-nama lainnya di bawah 2 persen. Yang belum
menentukan pilihan 11,6 persen.

Jika yang bertarung adalah tiga figur utama teratas, yakni Gus lpul,
Khofifah dan Risma, maka elektabilitasnya adalah Gus lpul sebesar 37,2
persen, Khofifah 31,8 persen dan Risma 18 persen serta sisanya belum
menentukan pilihan. Selisih Gus Ipul dan Khofifah hanya terpaut 5,4 persen.

Sedangkan, jika yang turun gelanggang hanya dua calon, yaitu Gus lpul dan
Khofifah, Gus lpul unggul 10,7 persen dari Khofifah. Gus Ipul mendapat 46,6
persen dan Khofifah 35,9 persen. Sisanya belum menentukan pilihan.
Alvara Research Center juga menguji tingkat persetujuan terhadap nama
pasangan bacagub dan bacawagub. Diambil dari tiga teratas sosok yang
dinilai paling cocok sebagai cawagub, diperoleh sejumlah temuan.

Tingkat persetujuan pemilih terhadap Cawagub Azwar Anas berkisar 58-62
persen bila dipasangkan dengan cagub Gus Ipul, Khofifah dan Risma.

Adapun cawagub Hasan Aminuddin memperoleh tingkat persetujuan 35-39 persen
jika dipasangkan dengan ketiga figur cagub tersebut.

Cawagub Budi ‘Kanang’ Sulistyono mendapatkan tingkat persetujuan berkisar
22-25 persen bila dipasangkan dengan cagub Gus lpul, Khofifah, dan Risma.
(Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *