Dimas Kanjeng Akui Gelar Istighosah di Padepokan Untuk Kumpulkan Uang

Depoliticanews – Dimas Kanjeng Taat Pribadi (47) terdakwa penipuan penggandaan uang dan pembunuhan terhadap dua pengikutnya, Rabu (15/3) menjadi saksi dengan terdakwa Karmawi, di Pengadilan Negeri Surabaya.

 

Terdakwa Karmawi yang bertugas mencari 9 orang berjenggot panjang untuk memimpin dalam istighosah. Diakui oleh Taat Pribadi, bahwa dirinya baru sekali mengenal terdakwa, saat diperkenalkan oleh SP Maranathan alias Vijay.

 

“Saya meminta Vijay untuk mencari orang tua, untuk memimpin doa dalam istighosah, jadi saya hanya ketemu sekali di Hotel. Vijay yang menyuruh terdakwa mencari orang tua,” ujar Taat Pribadi dalam memberikan kesaksiannya.

 

Hakim anggota Isjuaedi yang menanyakan kenapa harus mencari orang dari luar kota untuk memimpin doa, Taat Pribadi mengaku dalam istighosah di tempatnya yang memimpin doa harus bergantian.

 

“Kadang juga dari Ustad dan Habib dari Probolinggo, tapi harus bergantian makanya mencari orang tua dari luar kota,” ujarnya.

 

Dia juga menyatakan, bahwa dalam istighosah juga digalang untuk pengumpulan dana dari santri yang ikut istigosah. “Mereka sukarela mengumpulkan uang untuk pembangunan padepokan,” ungkapnya.

 

Ditanya kenapa harus orang yang berjenggot panjang, pria dengan tiga istri ini hanya terdiam dan tampak bingung, hingga membuat Hakim berkali-kali menanyakan.

 

Adapun sembilan orang yang direkrut di antaranya Ratin alias Abah Abdul Rahman, Mat Sani alias Abah Abdul Rohim, Suganda alias Abah Balkan, Abdul Karim alias Abah Sulaiman, Mujan Alias Abah Nogo Sosro, Biwa Sutarno alias Abah Karno, Sadli dan Saman (Almarhum).

 

Diakui, bahwa sembilan orang dengan perawakan berjenggot panjang tersebut mempunyai profesi berbeda di antaranya, Ojek, pemulung, tambal ban dan pedagang asongan . “Yang kasih nama dan julukan saya,” pungkas Taat Pribadi. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *