Dindik Jatim Akan Buka Lagi PPDB SMA/SMK

Depoliticanews – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur akan membuka kembali
pendaftaran daring Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK pada Senin
(10/7) untuk menutupi kekurangan pagu.

Saiful Rachman Kepala Dinas Pendidikan Jatim mengatakan, keputusan ini
diambil lantaran pergerakan jumlah pendaftar yang masuk secara daring
terlihat belum signifikan di hari terakhir, Kamis (6/7).

“Kami sudah konsultasi dengan Pak Gubernur dan disetujui menggunakan opsi
penambahan pagu yang kedua yakni dengan membuka kembali PPDB pada Senin
mendatang,” kata Saiful.

Saiful menjelaskan, jadwal ini dibuka setelah sekolah membuka proses daftar
ulang bagi pendaftar yang telah diterima pada PPDB tahap pertama kemarin.

“Hanya ditambah satu hari dan tetap menggunakan pertarungan nilai Ujian
Nasional murni,” tutur dia.

Saiful mengatakan, yang membedakan PPDB tahap dua ini tidak lagi
menggunakan mekanisme zonasi yang berarti siswa boleh mendaftar ke sekolah
mana saja. “Yang dibuka perpanjangan hanya sekolah yang belum memenuhi pagu
saja,” ujar Saiful.

Sementara terkait hasil PPDB SMA/SMK, Saiful memastikan akan langsung
diumumkan hari ini. Para siswa yang telah diterima diimbau untuk segera
melakukan daftar ulang mulai hari ini hingga besok, Sabtu (8/7).

“Yang sudah diterima tidak bisa ikut pemenuhan pagu. Namanya sudah dikunci
secara sistem dan tidak bisa dicabut,” kata Saiful.

Saiful menegaskan dalam pelaksanaan daftar ulang sekolah tidak menarik uang
sepeser pun. Sebab, segala proses dalam PPDB ini diberikan secara gratis
untuk masyarakat.

“Tidak ada biaya pendaftaran dan sekolah juga tidak boleh meminta bayar SPP
langsung di awal hari pertama sekolah,” tutur dia.

Sementara itu, Hudiyono Kabid Pembinaan SMK Dindik Jatim mengungkapkan,
secara umum jumlah peminat SMK sudah cukup tinggi. Hanya saja, sebaran
pendaftar terpusat di beberapa jurusan yang dianggap masyarakat lebih
menjanjikan peluang kerjanya.

Hudiyono mencontohkan, jumlah pagu SMK total di Surabaya sebanyak 6.153
kursi dan pendaftarnya hingga pukul 18.00 WIB mencapai 6.736 siswa. Di
Sidoarjo, jumlah pagu total SMK tersedia 1.954 kursi dan peminat SMK total
sebanyak 3.925 siswa.

“Di daerah lain juga seperti itu trend-nya. Pendaftar SMK terpusat di
beberapa jurusan favorit,” tutur Hudiyono

Sepinya sejumlah jurusan diakui Hudiyono karena kurangnya pemahaman
masyarakat terhadap peluang kerja yang ada. Padahal, jurusan tersebut
sebenarnya justru banyak dibutuhkan.

“Karena itu kita akan dorong sekolah untuk pro aktif memberi pemahaman pada
masyarakat dan mempromosikan inovasi-inovasinya,” kata dia. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *