DPC Gerindra Awasi Kadernya di DPRD Surabaya

Depoliticanews – Kasus dugaan korupsi yang saat ini sedang menyeret nama M.
Basuki Ketua Komisi B DPRD Jatim asal Fraksi Gerindra, ternyata spontan
direaksi oleh DPC Partai Gerindra Surabaya, untuk memberikan pengawasan
secara intens kepada 5 kadernya yang saat ini sedang duduk di lembaga
legislatif Surabaya.

Alasannya, agar mereka ini tidak tersandung dengan kasus yang serupa. Dan
lima kader partai Gerindra itu adalah BF Sutadi, Ketua Fraksi Gerindra
(anggota Komisi D), Dharmawan (Wakil Ketua DPRD), Lutfiyah (Anggota Komisi
A), Rio Pattiselano (Anggota Komisi B) dan Endi Suhadi (Anggota Komisi C).

Hal ini disampaikan A. Hermas Thony Sekretaris DPC Partai Gerindra Surabaya
saat berkunjung ke gedung DPRD kota Surabaya. Menurutnya, kiprah ke 5 kader
partai Gerindra, selama 3 tahun lebih menjabat sebagai wakil rakyat,
dinilai masih landai-landai saja, kurang maksimal, bahkan cenderung pasif.

“Kami dari partai harus kritis, melakukan pembinaan dan pengawasan secara
terus menerus. Langkah ini kami lakukan dalam rangka menjaga kepercayaan
masyarakat terhadap partai gerindra dan membantu menyelesaikan
masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat Surabaya secara lebih
kongkrit, tidak hanya wacana saja,” ungkapnya, Sabtu (10/6).

Masih Thony, anggota Fraksi Gerindra jangan sampai ikut-ikutan digelari
rakyat hanya berorientasi pada kinerja dengan potret 4-D (datang, duduk,
diam duit), tapi harus berjuang dan terus berjuang untuk kepentingan
masyarakat.

Keinginan partai, lanjut Thony, para kader Gerindra ini, membuat laporan
tentang kinerja mereka kepada masyarakat, tidak hanya disampaikan melalui
forum Jasmas (Jaring aspirasi masyarakat) saja, tetapi juga melalui media.

“Di pemberitaan media massa, 5 orang ini, jarang memberikan komentar soal
pengawasan terhadap kinerja dinas. Apalagi melakukan kontrol dengan turun
ke lapangan. Ini justru menjadi pertanyaan,” ungkap AH Thony.

Banyak problem di kota ini yang perlu disoroti dan di awasi pengerjaannya.
Bahkan banyak proyek-proyek fisik serta kegiatan sosial di dinas-dinas yang
harus mendapat pengawalan penggunaan anggarannya secara detail.

“Saya rasa mereka ‘adem ayem’ dan terkesan diam – diam saja. Ada apa ini.
Jangan sampai nanti, tahu-tahu muncul masalah hukum yang mencoreng nama
partai,” tandasnya.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan evaluasi
terhadap kinerja anggota Fraksi Gerindra DPRD Surabaya. Kiprah mereka
sangat diperlukan untuk mempertanggungjawabkan kinerja partai terhadap para
konstituen dan pendukung partai.

“Kita punya tanggung jawab kepada para pendukung partai. Untuk itu dalam
waktu dekat ini, kita akan evaluasi kinerja para kader partai yang duduk di
lembaga legislatif,” pungkasnya. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *