DPR: Pelecehan Seksual Satpol PP Oleh Mahasiswa PMII Harus Jadi Bahan Evaluasi

Depoliticanews – Dugaan pelecehan seksual yang diterima anggota Satpol PP
perempuan dalam aksi demonstrasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia
(PMII) di depan Balai Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (31/7), harus jadi
bahan evaluasi. Khususnya terhadap kepala satuan polisi pamong praja.

Evaluasi yang dimaksud yakni keperluan menempatkan petugas perempuan di
garis depan saat menjaga aksi demonstrasi yang biasanya kerap berujung pada
aksi saling dorong.

“Ini tentu harus jadi bahan evaluasi untuk para pimpinan unit keamanan,”
ujar Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid, Kamis (3/8).

Politikus Partai Gerindra itu juga berharap ini bukan hanya menjadi
pembelajaran bagi pimpinan Satpol PP saja, namun juga semua pihak. Termasuk
kepada mereka yang menggelar aksi.

“Jadi pelajaran untuk semua pihak dalam demo agar tetap sesuai jaga
ketertiban dan keamanan,” tegasnya.

Terkait peristiwa yang terjadi kemarin, Sodik mengatakan perlu dipastikan
apakah ada unsur kesengajaan atau tidak.

Sebab seperti yang diberitakan sebelumnya, itu terjadi ketika aksi saling
dorong antara demonstran yang ingin masuk ke Balai Kota Bogor dengan
petugas yang mengamankannya.

“Apakah benar ada kesegajaan atau hanya kontak fisik ketidaksengajaan di
tengah aksi massa,” imbuhnya.

Sementara legislator asal Jawa Barat itu berharap hal ini bisa diselesaikan
secara kekeluargaan saja. “Karena demo selalu akan berlangsung dan mereka
akan bertemu lagi, jadi sebaiknya selesaikan saja secara kekeluargaan,”
tukas Sodik.

Sebelumnya, seorang demonstran diduga meremas payudara anggota Satpol PP
perempuan yang bertugas mengamankan aksi tersebut.

Semua bermula ketika pihak mahasiswa berusaha masuk ke dalam halaman Balai
Kota. Petugas Satpol PP yang siaga di sekitar lokasi berusaha menghalangi
mereka.

Saling dorong pun tak terhindarkan. Di tengah kericuhan inilah, anggota
Satpol PP Bogor berinisial SW mengalami pelecehan seksual.

“Iya, tadi ada anggota saya yang perempuan disentuh bagian dadanya oleh
salah satu mahasiswa PMII yang demo tadi. Saat ini sudah dilaporkan ke
Polresta dan sedang divisum,” ujar Kasatpol PP Kota Bogor Herry Karnadi.

Menurut Kabid Dalops Satpol PP Kota Bogor Agustiansyah, pihaknya telah
melakukan tindakan pengamanan secara persuasif. Yakni dengan menaruh
petugas Srikandi pada barisan depan.

Katanya, aksi saling dorong dengan anggota itu merupakan hal yang biasa,
namun ketika terjadi hal-hal yang di luar batas maka aksi tersebut harus
dibawa ke ranah hukum.

“Jadi tindakan saling dorong tersebut tidak sekedar mendorong, tapi ada
tindakan yang tidak wajar dan tidak pantas untuk dilakukan,” tegasnya. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *