DPRD Surabaya Telusuri Praktik Jual Beli Makam

Depoliticanews – Ahmad Junaidi Anggota Komisi D DPRD Surabaya mengatakan,
ada beberapa warga mengadukan dugaan praktik jual beli lahan pemakaman di
salah satu Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kota Pahlawan, beberapa waktu
lalu.

Junaidi mengatakan, berdasarkan laporan warga itu, ada penjaga makam yang
sengaja melayani warga dalam pemesanan lahan makam dengan luasan tertentu
agar tidak ditempati orang atau jenazah lain.

Modusnya, warga memesan lahan kepada penjaga makam, yang biasanya berlokasi
di dekat makam keluarga, lantas penjaga makam itu akan menandai lokasi itu
agar tidak ditempati orang lain.

Agar lahan itu benar-benar tidak ditempati, penjaga makam memasang batu
nisan atau kijing (batu penutup makam dari pualam, tegel atau semen)
sebagai kamuflase, seolah-olah sudah ada jenazahnya.

“Saya kaget ada laporan begitu. Ternyata kasus yang pernah terjadi di
Jakarta, juga terjadi di Surabaya. Kami sedang menelusuri ini,” kata
politisi Partai Demokrat ini, Rabu (1/2).

Informasi dari warga, praktik jual beli makam ini sudah berlangsung cukup
lama, mengingat penjaga makam juga bekerja di lokasi yang sama hingga
puluhan tahun.

Laporan yang masuk ke Komisi D, kata Junaidi, nilai jual beli untuk luasan
lahan makam tertentu mencapai puluhan juta rupiah.

“Apa Pemkot Surabaya memang tidak tahu, atau sudah tahu tapi diam saja? Ini
yang harus diselidiki,” ujarnya.

Karena itu, Komisi D DPRD Kota Surabaya mengundang pihak Dinas Kebersihan
dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya dalam rapat dengar pendapat.

Namun, kata Junaidi, petugas yang hadir di rapat itu petugas yang baru
pindah dari Dinas lain dan belum begitu memahami duduk persoalan pemakaman
di Surabaya.

“Pak Chalid Buhari (Kepala DKRTH Surabaya) sedang sakit. Jadi kami tunda
Senin (6/1) besok,” kata Junaidi.

Ada kekhawatiran, praktik jual beli makam ini sudaj terjadi secara luas di
TPU lain yang ada di Surabaya. Padahal, lahan pemakaman di Surabaya saat
ini sudah sangat terbatas.

Bahkan, sejumlah TPU di beberapa kampung di Surabaya sudah overload. Begitu
juga lahan pemakaman yang dikelola oleh DKRTH.

Sayangnya, Chalid Buhari Kepala DKRTH Kota Surabaya belum bisa dihubungi
untuk mengkonfirmasi adanya temuan Komisi D DPRD Surabaya itu.

Sebelumnya, DKRTH (dulu Dinas Kebersihan dan Pertamanan/DKP) sudah
menyatakan lahan makam di Surabaya telah overload. Ada 12 makam yang
dikelola Pemkot Surabaya yang sudah padat.

Karena itu, pada 2016 lalu, Pemkot Surabaya mengalokasikan anggaran sebesar
Rp235 miliar untuk pembebasan lahan untuk fungsi pemakaman, antara lain
lahan seluas 3,2 hektare untuk perluasan Makam Keputih. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *