DRN Pertanyakan Peran TPP

Depoliticanews – Program pengembangan kawasan jagung modern Lamongan dinilai sukses oleh
banyak pihak, diantaranya Dewan Riset Nasional (DRN). Namun mereka
mempertanyakan peran Taman Teknologi Pertanian (TPP) Banyubang Solokuro
atas kesuksesan itu.

Sebab menurut Ketua Komisi Teknis Pangan dan Pertanian DRN
Haryono, TPP didirikan untuk meningkatkan penerapan dan alih teknologi.
Sementara selama ini menureut dia, peran Bupati Fadeli terlihat cukup besar
dalam pengembangan kawasan pertanian jagung modern.

“Tugas kami kemari adalah untuk melakukan monitoring dan
evaluasi keberadaan TPP. Jangan sampai TPP ini tidak berfungsi sebagaimana
mestinya, “ kata Haryono menjelaskan kepada Buapati Fadeli saat diterima di
Guest House Pemkab Lamongan, Jumat (28/4).

“Kabupaten Lamongan mempunyai harapan yang tinggi, yakni bisa memproduksi
500 ribu ton jagung. Namun hal itu akan dapat dicapai jika Pemkab Lamongan
berkomitmen dan menggunakan modernisasi. Dan saya melihat Bupati Fadeli
sangat terbuka terhadap teknologi, sehingga saya menilai target tersebut
bisa tercapai, “ ungkap Haryono.

Sementara Bupati Fadeli mengungkapkan bahwa keberadaan TPP Banyubang ini
sangat bermanfaat sekali. Menurut dia, jika tidak ada TTP Banyubang, maka
tidak akan terjadi peningkatan pertanian jagung di n Lamongan.

“Capaian ini merupakan hasil dari semua pihak yang telah memberikan
dukungan, ” ungkap Bupati Fadeli.

Dia menyebut TPP selama ini banyak berperan sebagai media pembelajaran
bagai petani di luar kawasan demfarm. “Saya bahkan sudah perintahkan kepada
para camat dan UPT pertanian agar belajar di TPP Banyubang, “ katanya
menambahkan.

Karena itu dia berharap agar TTP Banyubang terus dikembangkan. Sehingga
dapat dimanfaatkan untuk pengembangan ilmu pertanian dan mendukung
peningkatan produksi pertanian.(sta)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *