Fadeli Klaim IKU Tercapai

Indikator Kinerja Utama Pemkab Lamongan menurut Bupati Fadeli capaiannya
sudah melebihi target. Itu disampaikannya dalam Laporan Keterangan
Pertanggungjawaban Kepala Daerah Akhir Tahun 2016 di depan Anggota DPRD
Kabupaten Lamongan, Rabu (29/3).

“PDRB per kapita yang ditargetkan Rp. 26.640.000 terealisasi melebihi
target, yakni sebesar Rp. 27.134.344. Kemudian Inflasi yang ditargetkan 3,0
– 4,0 persen, ternyata terestimasi sebesar 1,52 persen. Sedangkan tingkat
Pengangguran Terbuka terealisasi sebesar 3,56 persen dari target 3,73-3,55
persen, “ Jelas Fadeli.

Dia kemudian menjelaskan sejumlah program unggulan dalam rangka pencapaian
visi mensejahterakan masyarakat Lamongan.

Seperti di bidang pendidikan, telah dicanangkan Gerakan 1821 dan Gerakan
Lamongan Membaca.

Kemudian dalam bidang kesehatan, telah diberikan bantuan jamban pada 23.831
rumah tangga, dan sebanyak 8.646 rumah tangga lainnya akan menerima bantuan
serupa di tahun 2017. Din bidang ini pula, dia menyebut pemerintah daerah
sudah memberikan bantuan sebanyak 182 unit mobil sehat.

Terkait infrastruktur jalan, dia mengungkapkan panjang jalan kabupaten
dalam kondisi baik terealisasi 89,88 persen dari target 83,56 persen.
Sedangkan panjang jalan poros desa strategis tercapai 79,18 persen dari
target sebesar 64,44 persen.

Sementara jumlah jembatan yang tertangani selama tahun 2016 sebesar 74,51
persen dari target 73,33 persen.

Untuk urusan pemberdayaan masyarakat desa, dia menyebut pencapaiaannya
dapat dilihat dari prosentase desa yang cepat berkembang. Dari target 5,84
persen, tercapai 6,3 persen atau sebanyak 29 desa.

Investasi sebagai salah satu indikator pembangunan, menurut Fadeli juga
menunjukkan progress positif. Kinerja pelaksanaan penanaman modal tahun
2016 yang ditargetkan mengalami kenaikan 4 persen, realisasi kenaikannya
mencapaisebesar 41,56 persen. Sementara investor yang masuk di Kabupaten
Lamongan sebanyak 1.543 investor, atau mengalami peningkatan sebesar 28,21
persen.

Terkait kebijakan umum pengelolaan keuangan daerah, dia menjelaskan
Pendapatan Daerah Kabupaten Lamongan yang di tahun 2016 ditargetkan
sebesar Rp 2.929.443.275.672,19 terealisasi sebesar Rp 2.719.030.732.138,84
atau sebesar 92,82 persen.

Walaupun target pendapatan tidak tercapai secara keseluruhan, namun
realisasi PAD telah melebihi target yang ditetapkan. Dari target Rp
397.520.914.287,68, terealisasi Rp 403.473.988.529,33 atau 101,50 persen.

Sementara Belanja Daerah yang direncanakan Rp 3.077.43.662.618,30
terealisasi sebesar 90,87 persen atau Rp. 2.796.049.237.222,66.

Dari sisi pembiayaan, penerimaan pembiayaan terealisasi sebesar Rp
214.085.381.614,62 sedangkan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp
66.754.994.668,51. Sehingga pembiayaan netto sebesar Rp 147.330.386.946,11.

Dengan demikian pada Tahun Anggaran 2016 terdapat defisit sebesar Rp
77.018.505.083,82 yang kemudian ditutup dengan pembiayaan netto sehingga
terdapat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) Tahun Berkenaan sebesar Rp
70.311.881.862,29..




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *