Festival Ramadhan Lamongan Buka 14 Hari

Bulan Ramadhan di Lamongan dipastikan akan memiliki nuansa yang sedikit
berbeda di Kota Lamongan. Kota yang sedang memperingati hari jadinya yang
ke 448 ini menggelar Festival Ramadhan selama dua minggu penuh di Alun-alun
Kota Lamongan.

Festival yang dikonsep seperti bazaar itu dibuka Bupati Fadeli
bersama jajaran Fokopimda setempat, jum’at (6/2). Festival Ramadhan
tersebut akan buka hingga 17 Juni mendatang.

Sebanyak 81 stand diisi berbagai produk unggulan Usaha Mikro
Kecil Menengah (UMKM) dari 27 kecamatan. Beberapa stand juga menggelar
dagangan kebuthan pokok seperti beras dan gula dengan harga dibawah pasaran.

Untuk gula, disediakan stok 3 ton dengan harga juyal Rp 11 ribu
perkilogram. Sedangkan berasnya, pengelola stand dari Gabungan Kedompok
Tani (Gapoktan) menyediakan 300 ton beras kualitas premium dengan harga
jual Rp 7.700 perkilogram.

Selain itu, Festival Ramadahan ini juga diisi deretan kuliner
khas Ramadhan dan snack teman berbuka. Sambil menikmati kuliner teman
berbuka, pengunjung dihibur sajian musik live dengan lagu-lagu religi.

Bupati Fadeli menyebut Lamongan kini semakin semarak dengan
berbagai festival. Khusus untuk Festival Ramadhan ini dia berharap bisa
menjadi media peningkatan kualitas UMKM Lamongan.

Berdasar data BPS jumlah UMKM Lamongan seperti diungkapkan
Fadeli mencapai 252 ribu, karena mennghitung semua warga yang memiliki
usaha. Sedangkan angka Pemkab Lamongan, ada 52 ribu UMKM.

“Saya minta agar kualitas produk UMKM ditingkatkan terus,
sehingga tidak sekedar asal ikut festival saja. Ini nanti akan sejalan
dengan program agar setiap desa punya produk unggulan. Serta target di
tahun ini untuk semua desa agar sudah memiliki BUMDes, “ kata Fadeli.

BUMDes itu nanti diharapkannya bisa menjadi motor peningkatan
produk unggulan dan kesejahteraan di masing-masing desa. Nanti akan
dibuatkan rangking kualitas BUMDes. Bagi yang di rangking atas, akan
mendapat perhatian khusus dari Pemkab Lamongan.

Salah satu stand produk unggulan yang menarik adalah milik
Kecamatan Sukorame. Stand ini memajang songkok yang diproduksi SMK Ahmad
Yani Sukorame.

Menurut Ahmad Abadi, guru pembina produk dari SMK Ahmad Yani,
songkook buatan mereka selain di Jawa Timur juga sudah dipasarkan hingga
Jawa Barat. Setiap bulan, mereka memproduksi hingga 5 ribu songkok.(sta)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *