Gus Ipul Hadiri Mukernas APPTI III di Unair

Depoliticanews – Universitas Airlangga menjadi tuan rumah Musyawarah Kerja
Nasional Asosiasi Penerbit Perguruan Tinggi Indonesia (APPTI) III yang
sebelumnya berlangsung di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Pada
Mukernas APPTI III ini, “Peran APPTI dalam memformulasikan perkembangan
demokrasi” diangkat menjadi tema kegiatan. Acara ini bertujuan untuk
mensinergikan lembaga penerbit perguruan tinggi se Indonesia dalam
memajukan kiprahnya.

“Selain untuk memperbaiki kesenjangan antar penerbit universitas, APPTI III
ini menjadi wadah diskusi dalam mendukung perkembangan kedepannya,” ucap
Aribowo MS selaku tuan rumah yang juga direktur Airlangga University Press.

Hadir dalam acara tersebut, Dirjen Kelembagaan Kemenristek Dikti Dr. Ir.
Patdono Suwgnjo M. Eng., Sc., menyampaikan dukungan serta apresiasi atas
terselenggaranya APPTI III yang dikuti oleh 49 perguruan tinggi. Petugas
eselon I dikti ini menyampaikan bahwa perkembangan penerbitan begitu cepat,
untuk itu harus direspon cepat dalam menyikapi dunia persaingan yang
kompetitif.

“Penerbit universitas sudah saatnya untuk berkiprah merangkum gagasan
terbaik di masing-masing universitas,” katanya.

Wakil Gubernur Jatim Drs. H. Syaifullah Yusuf dalam sambutannya
menyampaikan, tantangan era digital perlu dianggap serius. Pasalnya,
perkembangan pengetahuan sangat penting di era digital. Gus Ipul berpesan
bahwa penerbit harus mengantisipasi adanya hal semacam ini dan harus
mempublikasikan karya ilmiah dengan versi digital.

Sementara itu, Wakil Rektor IV Junaidi Khotib, S.Si., M.Kes., Ph.D dalam
kata sambutannya mengatakan, data terakhir yang disampaikan Ikatan Penerbit
Indonesia (IKPI) menyebutkan bahwa jumlah buku yang diusulkan untuk
mendapatkan international book number sebanyak 44.128 judul buku. Bila
dirata-rata dari 711, penerbit itu hanya menerbitkan 62 judul pertahun.

“Ini menandakan bahwa masih jauh dari harapan yang harusnya setiap penerbit
harus bisa menerbitkan lebih dari 200 buku setiap tahunnya untuk bisa
mencerdaskan bangsa,” jelasnya.

Junaidi melihat bahwa perkembangan era digital, khusunya bagi mahasiswa
yang sekarang ini lebih banyak menggemari tulisan-tulisan elektronik. Hal
ini memberi tantangan tersendiri bagi panerbit untuk bisa terus berinovasi.
Sehingga, nantinya dapat mewujudkan kecerdasan bangsa.

“Acara ini diharapkan semakin meningkatkan minat baca masyarakat dengan
didukung penuh oleh tersedianya karya ilmiah yang bermutu. Namun, dapat
dijangkau oleh masyarakat luas melalui peran yang dirumuskan APPTI,”
pungkasnya. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *