Harga Cabai Mahal, Ipong Akan Bagikan Bibit Cabai

Depoliticanews – Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni kembali melakukan program tilik desa, Jumat (22/2) lalu. Tilik desa kali ini mengambil lokasi di Kecamatan Ngrayun.

 

Secara geografis, Kecamatan Ngrayun adalah kecamatan yang berada paling tinggi dibanding kecamatan lain di Kabupaten Ponorogo. Ipong pun merasakan jalan yang tidak semulus bayangannya untuk mencapai Kecamatan Ngrayun. Apalagi mencapai desa pertama, tilik desa, yakni Desa Cepoko, Kecamatan Ngrayun. Ipong mengaku, secara infrastruktur jalanan menuju Ngrayun masih sangat jauh dari kata layak.

 

“Ini pekerjaan rumah saya. Di kepemimpipinan saya. Masalah infrastruktur tidak hanya di Ngrayun saja. Hampir semua di wilayah Ponorogo,” kata Ipong saat dihubungi, Senin (13/2). Ipong mengaku karena jalanlah semua jadi anjlok. Termasuk potensi yang seharusnya bisa menonjol dari Kecamatan Ngrayun.

 

Ipong mencontohkan seperti hasil pertanian jahe di Ngrayun. Seharusnya bisa terjual mahal, tapi karena jalan akhirnya harganya anjlok. Hasil jahe pun terkadang dibuang sia-sia. “Alasan tengkulak pasti karena jalannya rusak. Ke area susah. Makanya menawarnya sangat rendah,” ujar Ipong.

 

Pun dengan hasil peternakan di Ngrayun juga banyak. Dia menyebutkan kambing, sapi perah dihasilkan dari peternak Kecamatan Ngrayun. Tapi, alasan jalan pun menjadikan harga anjlok. “Ini saya sudah tahu. Saya melakukan tilik desa untuk menawarkan solusi, termasuk masalah jalan,” katanya.

 

Ipong menuturkan di pemerintahannya, jalan menjadi prioritas utama. Mungkin di tahun 2016 dan 2017 belum semua mulus. Namun Ipong berjanji, pada lima tahun kepimpinannya akan mulus jalannya.

 

Sementara untuk pertanian, Ipong juga akan membagikan bibit cabai. Karena mengingat harga cabai yang terkadang melonjak tinggi seperti sekarang. “Apalagi pertanian juga menjadi salah satu rencana perkembangan untuk lima tahun kedepan. Termasuk pertanian organik,” katanya.

 

Termasuk peternakan, Ipong mengaku akan memikirkan nasib peternak. Yakni akan mencarikan pihak ketiga untuk kemitraan. Hal tersebut sekaligus menjawab pertanyaan dari warga yang disambangi oleh Ipong. Kebanyakan warga bertanya dan meminta tentang infrastruktur, pertanian dan peternakan.

 

Salah satu warga, Hantoro, mengatakan, ingin jalan yang mulus. Peternakan juga diperhatikan. Karena sudah kerjasama dengan salah satu PT di Pasuruan. “Programnya kemitraan. Kami diberi kambing 150. Kami nanti memeliharanya. Kemudian dijual ke negara timur tengah. Kami ingin pemkab juga begitu,” pungkasnya. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *