Himpaudi Mojoagung Tanamkan Disiplin Berlalu Lintas Sejak Dini

Depoliticanews – Program Sinergitas Himpaudi (Himpunan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia) Kabupaten Jombang bersama  Polres Jombang untuk menanamkan disiplin berlalu lintas sejak dini dengan menggelar Wayang Kulit Lalu Lintas diapresiasi oleh Ir. Tjaturina Wihandoko, MM Bunda Paud Kabupaten Jombang.

“Alhamdulilah, Himpaudi Mojoagung sudah memelopori kegiatan ini bersama Polres Jombang. Kegiatan yang luar biasa untuk mengenalkan dan menanamkan kedisiplinan pada anak-anak sejak dini  agar  patuh dan  taat dalam berlalu lintas ini, kedepan bisa dilakukan di 21 Kecamatan,” tutur Tjaturina Wihandoko dalam sambutannya membuka kegiatan Gebyar Paud Polisi Sahabat Anak, di SKB Mojoagung (11/1/17) didampingi Kasatlantas Jombang, Mellysa Amalia.

Menurutnya melalui kegiatan Wayang Kulit Lalu Lintas yang disampaikan oleh Dalang Sartono dalam bentuk dongeng, diselingi lagu ini sangat disukai anak-anak. Sehingga akan dapat memberikan pemahaman kepada anak-anak sejak dini tentang rambu-rambu juga tata tertib lalu lintas. “Bahkan mungkin anak-anak ini akan mengingatkan kepada orang tuanya jika ada yang  lupa tidak memakai helm, atau pada saat orangtuanya melanggar rambu-rambu lalin,” tutur istri Bupati Jombang ini.

Sekitar 650 siswa PAUD  yang didampingi orang tuanya tersebut sejak pagi sudah berkumpul di Lapangan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Kecamatan Mojoagung, Jombang. Mereka mengikuti yel-yel yang dipandu guru pembimbingnya dan anggota Polres Jombang. Mereka juga menyaksikan pertunjukan wayang di panggung, yang diselingi dengan lagu anak-anak bersama badut berpakaian polisi dan kuda zebra.

Kepala Satlantas Polres Jombang, Ajun Komisaris Polisi Mellysa Amalia, mengatakan anak-anak memiliki jiwa yang kritis. Sehingga anak-anak bisa menjadi pengingat anggota keluarga yang lain untuk mengutamakan keselamatan saat berkendara. Termasuk, membawa surat kelengkapan berkendara.

“Misalnya mengenakan helm sebagai kebutuhan untuk keselamatan. Penggunaan helm penting untuk perjalanan jarak dekat maupun jauh,” lanjut Mellysa.

Menurut Mellysa, selain untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat, kegiatan ini juga melatih anak-anak untuk menanamkan budaya disiplin berlalu lintas sejak dini. Sehingga kelak dewasa anak-anak bisa menjadi pelopor keselamatan di keluarga dan masyarakat pada umumnya.

Tak ketinggalan pula para orang tua yang hadir juga diingatkan agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas di jalan raya. “Jika anak-anaknya usia sekolah SD, SMP, SMA dan belum memiliki SIM hendaknya diantar kesekolah dan tidak diperkenankan membawa motor sendiri. Dengan harapan dapat menciptakan keamanan, keselamatan  ketertiban dan kelancaran dalam berlalu lintas serta menekan angka fatalitas kecelakaan,” pungkasnya. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *