Ini 3 Alasan Cak Nur Maju Pilgub Jatim

Depoliticanews – Ketua PA GMNI Jatim sekaligus Inspektur Provinsi Jatim
Nurwiyatno (Cak Nur) membuktikan keseriusannya maju pilgub Jatim 2018. Cak
Nur mendaftar bacagub melalui DPD Partai Demokrat (PD) Jatim beberapa waktu
yang lalu.

Menurut Sekretaris PA GMNI Jatim Onny Setiawan, ada tiga alasan Cak Nur
maju mendaftar pilgub.

Pertama, Nurwiyatno adalah birokrat senior di pemprov Jatim sehingga sangat
paham dengan berbagai persolan pemerintahan daerah di Jatim.
Kedua, Nurwiyatno dinilai mampu melakukan komunikasi politik dengan
berbagai parpol di Jatim. Hal ini dapat dibuktikan pada para anggota DPRD
provinsi Jatim (sebagai reprentasi parpol yang ada di lembaga legislatif)
yang mengenal baik sosok Cak Nur ini.

“Ketiga, Nurwiyatno, adalah mantan aktivis yang tergabung dalam GMNI di
Universitas Jember dan sekarang menjadi Ketua Persatuan Alumni GMNI Jawa
Timur yang diakui memiliki jaringan politik yang cukup luas di Jawa Timur,”
tuturnya, Senin (17/7).

Dengan tiga alasan itulah, menurut dia, dapat disimpulkan bahwa Nurwiyatno,
yang sekarang menjabat sebagai Inspektur Jatim ini merupakan figur yang
layak untuk disandingkan dengan nama cagub seperti Gus Ipul, Risma maupun
Khofifah dalam pilgub 2018 mendatang.

Nurwiyatno yang dikonfirmasi menegaskan, dirinya siap maju pada pilgub
Jatim dan akan melakukan silaturrahmi ke parpol serta tokoh-tokoh simpul di
Jatim. Seperti dedengkot Golkar Ridwan Hisjam (RH) dan KH Ali Maschan
Moesa. Dua nama ini pernah bertarung dalam pilgub Jatim 2008. Ketika itu,
RH menjadi cawagub pasangan Alm Sutjipto PDIP. Sedangkan, KH Ali Maschan
Moesa adalah cawagub pasangan Soenarjo.

“Para-para senior di PA GMNI sudah lama mengusulkan saya maju pilgub.
Awalnya saya nggak pernah menanggapi. Tapi mereka para senior memberikan
alasan bahwa harus ada pengganti Pakde Karwo memimpin Jatim dari PA GMNI.
Pakde sendiri adalah mantan Ketua Pengurus Pusat PA GMNI. Pasangan
religius-nasionalis masih jadi pasangan ideal di Jatim,” tukas Cak Nur.

Dirinya merasa tersanjung dan terhormat diberi kepercayaan untuk maju
pilgub Jatim. “Saya akan melihat perkembangan politik seperti apa. Kalau
saya dikehendaki parpol untuk maju, saya siap mengundurkan diri dari PNS.
Untuk itu saya daftar ke Demokrat hari ini,” ujar pejabat yang akan
memasuki pensiun per 1 Oktober 2018 ini.

Berdasarkan data yang diperoleh, Cak Nur berkarir selama 24 tahun di
Inspektorat mulai menjadi staf hingga sekretaris. Kemudian, 7 tahun pernah
menjabat sebagai Kepala Biro Keuangan Pemprov (era Gubernur Imam Utomo) dan
Kepala BPKAD Jatim (era Pakde Karwo periode pertama). Cak Nur juga pernah
mengincipi menjadi Pj Walikota Surabaya (5,5 bulan) sejak September 2015.
Dan, sejak tahun 2015 hingga saat ini menjadi Inspektur Provinsi Jatim.

Karirnya di organisasi pernah sebagai Wakil Bendahara Pengurus Pusat PA
GMNI 2010-2015, Ketua PD PA GMNI Jatim 2015-2020.

Pengalaman memimpin sebuah Kota sebesar Surabaya juga pernah dilakoni,
Nurwiyatno saat itu menjabatPjs Walikota Surabaya menggantikan Tri
Rismaharini yang telah habis masa jabatannya tahun 2015 lalu. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *