Istri Purnomo Tak Percaya Kalau Suaminya Korupsi

Depoliticanews – Istri Ketua Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kota
Mojokerto, Purnomo yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena
Operasi Tangkap Tangan (OTT), Jum’at (16/6) dini hari, Temuliyah (54)
mengaku, tidak tahu jika suaminya ditangkap. Ia tahu justru dari media
online.

Karena sejak pamit rapat, Jum’at malam, ia tidak tahu keberadaan suaminya.
Bahkan, ia dan anaknya kebingungan mencari keberadaan Purnamo lantaran
tidak pulang sejak pamit rapat di kantornya di Kantor DPRD Kota Mojokerto,
Jumat (16/6) malam.

“Bapak pamit mau rapat ke kantor sekira pukul 20.00 WIB tapi sampai pukul
01.00 WIB, beliau belum juga pulang. Saya juga sudah mencoba nomor
teleponnya tapi tidak diangkat, saya WA juga tidak dibalas,” ungkapnya,
Sabtu (17/6).

Masih kata Temuliyah, setelah pagi hari tak pulang, iapun mencari
keberadaan suaminya di Kantor DPRD yang berada di Jalan Gajah Mada, Kota
Mojokerto. Namun karena mobil suaminya tidak tampak di parkiran, diapun
kembali pulang. Ajudannya pun dihubungi mengaku tidak tahu keberadaan
suaminya.

Menurut ibu dua anak ini, suaminya pamit berangkat rapat ke kantor DPRD
dijemput ajudannya menggunakan mobil dinas (Mobin). Justru ia mengetahui,
jika suaminya ditangkap KPK karena OTT dari media online yang kebetulan
dibaca anak Purnomo.

“Tahunya itu, malah dari media online. Anak saya baca media online kalau
bapak ditangkap KPK,” jelasnya di rumahnya, Lingkungan Pulokulon, Kelurahan
Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Temuliyah pun masih tak percaya kalau suaminya, Purnomo terlibat korupsi.
Pasalnya, saat pencalonan sebagai anggota legislatif pada 2014 lalu masih
meninggalkan utang.

“Kalau korupsi kok tak pernah punya uang, utangnya juga masih banyak. Utang
untuk pencalonan dulu sebesar Rp400 juta, saya tiap bulan dikasih gaji sisa
setelah dipotong angsuran utang itu,” ungkapnya.

Menurut ibu dua anak tersebut, Purnomo tak pernah memberi uang lebih selain
sisa gaji. Tiap bulan dia hanya menerima Rp5,6 juta dari suaminya. Rumah
yang saat ini ditempati di Lingkungan Pulokulon, Kelurahan Pulorejo,
Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto dibeli hasil dari penjualan rumah
lainnya.

“Rumah ini, dibeli sejak tiga tahun lalu. Uangnya berasal dari hasil
menjual rumah lainnya. Keluarga berharap masalah yang menjerat suami saya
segera beres,” pungkasnya. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *