Jarmunu Usulkan Khofifah-Suhandoyo Untuk Pilgub Jatim

epoliticanews – Menjelang pilgub Jatim 2018, Jaringan Muda NU (Jarmunu)
Jatim meminta masyarakat Jatim mulai membaca keadaan dan sekaligus
mengamati nama-nama kandidat yang bisa memberi jawaban atas keadaan
tersebut, dalam melanjutkan kepemimpinan Pakde Karwo.

“Jatim di bawah kepemimpinan Pakde Karwo, dengan segala kekurangannya,
sudah berhasil. Dalam konteks pertumbuhan ekonomi, dan kondusifitas
sosial-politik, Jatim mampu buktikan sebagai rujukan nasional,” kata
Koordinator Jarmunu Jatim Fairouz Huda, Minggu (11/6).

Maka prestasi yang sudah dicapai Pakde Karwo, lanjut dia, janganlah sampai
tidak dijaga dan bahkan lebih dikembangkan lagi dengan program-program yang
visioner, demi terwujudnya masyarakat Jatim lebih baik.

Untuk itu, keberlanjutan pembangunan Jatim, harus seiring dengan
keberlanjutan kapasitas kepemimpinannya.

Wajib hukumnya, Jatim miliki pemimpin yang berkapasitas, cerdas, dan ulet
dalam menjawab tantangan-tantangan ke depannya.

Dengan bacaan seperti itu, maka ada beberapa nama yang patut
dipertimbangkan oleh partai, sekaligus masyarakat Jatim untuk diamanahi
sebagai penerus kepemimpinan Pakde Karwo.

Dari kalangan NU, selain nama Saifullah Yusuf (Gus Ipul), juga ada nama
Khofifah Indar Parawansa. Sosok perempuan progresif ini adalah figur
seorang pemimpin dambaan masyarakat Jatim.

Gaya hidupnya yang sederhana, kapasistas berfikirnya yang selalu miliki
lompatan atau terobosan dalam menghadapi tantangan, integritasnya yang
sangat teruji, jam terbangnya di dunia sosial politik yang mumpuni,
sekaligus cara kerjanya yang disiplin dan pekerja keras.

Dia menambahkan, di kalangan nasionalis ada nama Suhandoyo, Ketua Banteng
Muda Indonesia (BMI) Jawa Timur. Pengalamannya menjadi anggota DPRD Jawa
Timur, tentu saja sebagai modal kuat dalam memahami peta permasalahan dan
anggaran di Jatim.

“Di dalam dirinya juga mengalir deras jiwa kaum muda yang haus akan
perubahan. Berani dalam menghadapi segala tantangan. Dan egaliter dalam
membangun hubungan antargenerasi. Pribadi seperti inilah yang sangat
dibutuhkan dalam mengawal sejarah kepemimpinan Jawa Timur ke depan,”
tuturnya.

Kedua nama itu Khofifah dan Suhandoyo (Khos) sangatlah layak untuk
dijadikan sebagai pertimbangan utama partai dan masyarakat Jawa Timur,
dalam menentukan pilihannya di pilgub 2018 nanti.

“Jika terdapat di antara dua nama tersebut, maka Jaringan Muda NU akan
sungguh-sungguh untuk terlibat dalam pesta demokrasi, demi terwujudnya
masyarakat Jatim yang sejahtera dan berkeadilan,” pungkas mantan staf
pribadi Alm KH Hasyim Muzadi ini. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *