Jatim Hentikan Pendirian SMA Baru

Depoliticanews – Dinas Pendidikan Jawa Timur terapkan moratorium bagi
pendirian SMA baru baik negeri maupun swasta. Penghentian dilakukan untuk
memperbanyak jumlah sekolah SMK yang ditargetkan akan memenuhi porsi hingga
70 persen SMK dan 30 persen SMA.

“Saat ini jumlah SMK baru sekitar 60 persen, sedangkan SMA sekitar 40
persen,” kata Saiful Rachman, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur di
Surabaya, Jumat (6/1). Dari data yang ada, jumlah SMK di Jawa Timur saat
ini sebanyak 1.590 sekolah sedangkan SMA sebanyak 1.285 sekolah.

Meski belum sesuai target, namun saat ini, SMK sudah mulai menjadi favorit
bagi para pelajar. Apalagi era vokasional seperti saat ini maka pelajar
haruslah memiliki keahlian khusus sehingga begitu lulus sekolah bisa
langsung bekerja. “Dulu masuk SMK masyarakat nomor duakan, sekarang mulai
berubah. Saat ini bahkan pelajar putri di SMK juga sudah mulai banyak,”
ujarnya.

Saiful juga mengatakan, untuk mendukung program vokasional ini, Dinas
Pendidikan sejak tahun lalu juga sudah bekerjasama dengan Jerman. Sebanyak
30 perusahaan juga telah digandeng sehingga pelajar SMK bisa magang kerja
di perusahaan itu.

“Kita sudah ada 30 SMK yang dijadikan percontohan. Mereka ini tiga hari
belajr di sekolah dan tiga hari langsung magang di perusahaan,” kata dia.
Selain melatih skill pelajar, metode semacam ini juga sangat menguntungkan
karena sekolah tidak perlulagi mendatangkan peralatan canggih dan mahal
untuk sarana praktek karena sudah diwakili dengan proses pemagangan.

Di tempat yang sama, Kresnayana Yahya Bisnis Analis dan Pakar Statistik
Institut Teknologi 10 November (ITS) Surabaya mengatakan tahun 2017
merupakan tahun vokasional. Orientasi masyarakat juga harus mulai dipandu
karena pekerjaan terbesar untuk level usia 18 tahunan adalah vokasional.

“Tapi kata vokasional saat ini sudah berubah, kalau dulu ngelas, bubut,
sekarang ganti programer alat yang mampu membantu ngelas dan bubut,” kata
dia. Saking pentingnya vokasional, beberapa universitas mulai tahun 2017
ini juga mulai membuka jurusan vokasional.

Pengangguran, kata dia, terjadi karena perubahan di level dunia kerja yang
menuntut kecanggihan baru. Jika pelajar hanya diajari praktek di sekolah
maka lulus sekolah dia tidak akan memiliki skill yang bisa diterima di
dunia kerja. “Jadi perlu adanya konsep magang. Dan saya kira SMK-SMK di
Jawa Timur saat ini sudah menjalankan konsep ini,” kata Kresnayana. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *