JK Ingin ICMI Ikut dalam Pembahasan Revisi UU Pemilu

Depoliticanews – Menggelar buka puasa bersama (bukber) dengan Ikatan
Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla
(JK) mengingatkan bahwa dunia semakin berubah. Oleh karena itu, ICMI harus
mampu menghasilkan solusi bagi setiap permasalahan bangsa.

“Dalam dunia ini banyak berubah, apakah politik, ekonomi, apalagi
teknologi, semuanya karena cendikiawan yang mengubah sistem kita atau
perilaku kita semuanya. Oleh karena itulah fungsi kita di sini, ICMI ini
harus menjadi suatu katalisator dan bisa melaksanakan itu,” kata JK di
Istana Wapres, Jakarta, Kamis (15/6).

JK mencontohkan ICMI bisa membantu dalam pembahasan revisi Undang-Undang
(UU) Pemilu yang tak kunjung selesai di DPR. Menurutnya, ICMI bisa membantu
dalam mencarikan formula yang tepat dalam sistem pemilu di Tanah Air.

“Katakanlah di bidang politik, walaupun kita jarang-jarang bicara politik
di ICMI, tapi bisa menjadi super fraksi, di sini bermacam-macam partai ada
di sini. Jadi kalau ada deadlock seperti UU Pemilu, kita bisa
kumpul-kumpul, ada Golkar, ada Demokrat dan yang lain-lain. Oleh karena
itulah, maka kita semua selalu menjaga falsafah utama kita semua
kecendikiawanan,” ungkapnya.

Menurut JK, seorang cendikiawan harus mengamalkan ilmu yang dimiliki untuk
kepentingan orang banyak. Atas dasar itu, tugas ICMI menciptakan bangsa
yang lebih baik dari sisi ilmu pengetahuan.

Sebagaimana diberitakan, rapat panitia khusus (pansus), revisi UU Pemilu
yang digelar Selasa (13/6) lalu batal menyepakati poin-poin krusial yang
sedianya selesai dibahas dan tinggal diparipurnakan. Alasan penundaan
karena pemerintah tidak hadir dalam rapat.

Lima isu krusial yang dibahas, yakni Presidential Threshold (Pres-T),
Parliamentary Threshold (PT), district magnitude, metode konversi suara,
dan sistem pemilu. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *