JK Tegaskan Pencabutan Subsidi Listrik Demi Keadilan

Depoliticanews – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pencabutan subisidi
listrik rumah tangga 900 VA (Volt Amper) adalah demi keadilan karena selama
ini penerima manfaat tersebut lebih banyak dari golongan ekonomi mampu.

“Banyak sekarang rumah yang sebenarnya mampu, tapi mereka juga pakai
listrik subsidi, ada rumah mampu ternyata empat dia pakai listrik subsidi
meterannya, sehingga semuanya dibawah 60 volt,” kata JK di Kantor Wakil
Presiden, Jakarta, Rabu (3/5).

“Jadi untuk lebih adillah, betul-betul subsidi kepada orang yang
membutuhkan,” lanjut dia.

Berdasarkan hasil kajian Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan
(TNP2K), Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Badan Pusat Statistik (BPS),
total pelanggan listrik 900 VA di Indonesia berjumlah 22,9 juta rumah
tangga, namun hanya 4,1 juta pelanggan dinilai layak mendapatkan subsidi.

Sementara itu, sisanya 18,8 juta pengguna distrik 900 VA merupakan rumah
tangga mampu sehingga tidak berhak mendapatkan subsidi dari pemerintah.

Wapres menambahkan, istilah pencabutan subdisi sebenarnya juga kurang tepat
karena pemerintah akan menggantinya dengan sistem subsidi langsung.

Menurut JK, subsidi langsung akan memungkinkan penerima manfaat benar-benar
orang yang membutuhkan, seperti halnya subsidi LPG yang akan diganti dengan
sistem kiloan.

“Jadi semua subsidi pemikirannya untuk digantikan ke subsidi langsung, LPG
diganti kiloan, dan lain-lain, ini dalam proses perencanaan untuk subsidi
langsung, tetap subsidinya, tapi nanti bersifat langsung,” kata dia.

Saat ini, Tarif Dasar Listrik (TDL) untuk rumah tangga 900 VA yang dipatok
PLN sebesar Rp1,352/ KWh per 1 Mei 2017, naik dari tarif sebelumnya, yakni
Rp1.034/KWh pada 1 Maret lalu. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *