Jokowi: Usulan Presidential Threshold Jangan Timbulkan Kontroversi

Depoliticanews – Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia memberikan
pandangan sehubungan dengan wacana penghapusan ambang batas pencalonan
presiden (presidential threshold).

Wacana tersebut bergulir menjelang pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU)
Penyelenggaraan Pemilu di DPR.

Menurut presiden, setiap RUU yang akan dibuat harus sesuai dengan peraturan
perundang-undangan dan aspirasi rakyat Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Joko Widodo Presiden kepada wartawan usai
menghadiri Rapat Pimpinan TNI-Polri di Gedung Gatot Soebroto, Markas Besar
(Mabes) TNI Cilangkap, Jakarta Timur, pada Senin (16/1).

“Yang paling penting masyarakat semuanya bisa menerima dan tidak menjadi
sebuah kontroversi. Yang paling penting itu,” pesan presiden

RUU Penyelenggaraan Pemilu di DPR masih dalam tahap penyusunan. Oleh karena
itu, Presiden meminta masyarakat memberikan kesempatan kepada DPR agar
bekerja dengan maksimal dan sebaik-sebaiknya.

Proses politik dalam menyusun regulasi untuk Undang-Undang Pemilu masih
berlangsung di DPR.

Presiden berharap penyusunan RUU Penyelenggaraan Pemilu dapat diselesaikan
dalam empat bulan ke depan guna menghindari dinamika politik yang
berkepanjangan.

“Masih dalam proses, saya kira bulan ke-4 Insya Allah selesai. Nanti akan
saya sampaikan pada saatnya,” kata presiden. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *