JPPR: Para Cagub DKI Mulai Tunjukkan Keunggulannya

Depoliticanews – Debat ke II tiga pasangan calon (paslon) cagub DKI
Jakarta, Jumat (27/1) telah berakhir. Paslon Agus Harimurti Yudhoyono
(AHY)-Sylviana Murni, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat
dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno masing-masing telah menyampaikan visi dan
misinya jika terpilih 5 tahun ke depan,

Masykurudin Hafidz Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk
Rakyat (JPPR) mengatakan ketiga paslon dalam debat kedua kemarin telah
menunjukkan keunggulannya masing-masing, diantaranya keunggulan komparatif
pembenahan birokrasi di Jakarta.

“Dalam debat kedua Pilkada DKI Jakarta, semakin memperlihatkan keunggulan
masing-masing pasangan calon,” ujar Masykurudin dalam pesan singkatnya,
Sabtu (28/1).

Masykurudin mengatakan, keunggulan komparatif antar pasangan calon sangat
terlihat dalam debat kedua ini saat menyampaikan gagasan pembenahan
birokrasi Jakarta dengan cara pandangnya masing-masing.

Selain itu, kata dia, keunggulan kompetitif juga terlihat ketika pasangan
calon memberikan koreksi dan kritik terhadap persoalan yang dihadapi warga
Jakarta.

Dibanding debat pertama, menurut Masykurudin, jawaban pasangan calon
terhadap pertanyaan yang diajukan juga lebih memenuhi unsur rencana
pembangunan jangka panjang daerah yang menjadi dasar penyusunan dokumen
visi, misi dan program pasangan calon yaitu mendasarkan pada kondisi yang
terjadi, perencanaan pembangunan dan durasi waktu yang dibutuhkan untuk
menyelesaikannya.

“Masing-masing pasangan calon menyampaikan visi, misi dan program terhadap
kemajuan Jakarta,” kata dia.

Kata Masykurudin, perbedaan terjadi pada bobot materi yang diungkapkan dan
tekanan pembicaraan yang disampaikan. Dalam setiap segmen, masing-masing
pasangan calon memberikan bobot yang berbeda, ada yang menekankan pada
visi, ada yang menitikberatkan pada misi dan ada yang mengunggulkan rencana
program.

Masykurudin menjelaskan, dalam menyajikan data-data, terjadi perbandingan
yang cukup kentara antara data keseluruhan dengan temuan konkret lapangan.

“Penyajian data global dihadapkan langsung pada praktik yang terjadi
dilapangan. Progres kemajuan daerah Jakarta dikoreksi langsung dengan fakta
lapangan,” kata Masykurudin.

Dengan demikian, kata dia, topik reformasi birokrasi dan pelayanan publik
dalam debat II tersebut dapat ditangkap secara baik oleh masyarakat
Jakarta. Selain dapat membedakan masing-masing program pasangan calon
sebagai pertimbangan memilih, masyarakat Jakarta juga dapat membedakan
karakter masing-masing calon.

“Perbedaan karakter dalam debat memberikan tambahan pertimbangan warga
Jakarta untuk menentukan pilihan dan menilai pola kepemimpinan Jakarta
kedepan,” katanya. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *