JPU Kasus Ahok Tetap pada Tuntutannya

Depoliticanews – Jaksa Penuntut Umum (JPU), tetap pada keputusan menuntut
terdakwa Basuki Tjahaja Purnama bersalah terkait kasus dugaan penodaan
agama, dan meminta Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara
menghukumnya 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun.

JPU Ali Mukartono mengatakan, materi pembelaan penasihat hukum tidak ada
yang baru atau hanya pengulangan. Bahkan, mengulang materi eksepsi pada
waktu persidangan masih di PN Jakarta Utara, di Jalan Gajah Mada, Jakarta
Pusat, beberapa waktu lalu.

“Eksepsi itu disampaikan lagi, padahal sudah diputus. Maka saya nggak mau
terjebak pada pengulangan lagi, sehingga ini nggak efisien. Karena itu kami
berkesimpulam tetap pada tuntutan pada persidangan yang lalu,” ujar Ali, di
Audiorium Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa
(25/4).

Dikatakannya, perihal golongan pada Pasal 156 KUHP tidak perlu penjelasan
secara rinci. “Undang-undang tidak perlu, dipenjelasan itu disampaikan
bahwa agama itu termasuk golongan, orang yang beragama Islam itu termasuk
golongan. Tidak perlu golongan Islam itu FPI dan sebagainya,” ungkapnya.

“Pasal 156 KUHP itu di paragraf kedua dijelaskan yang dimaksud golongan itu
berdasarkan suku agama dan lain sebagainya. Kalau agama, agama Islam cukup,
tidak perlu golongan Islam dipecah lagi menjadi majelis taklim dan
sebagainya, nggak perlu semacam itu,” tambahnya.

Menyoal Pasal 156 a tidak terbukti karena rekaman Buni Yani juga
menimbulkan keresahan, Ali menyanggahnya.

“Oh enggak. Ini dua-duanya kena perkara. Jadi kalimat saya itu yang
meresahkan masyarakat juga ditimbulkan oleh Buni Yani, jadi dua-duanya,
bukan salah satu. Salah paham itu. Karena kita dua-duanya diproses. Satu di
Depok, yang satu di sini,” katanya.

Ihwal kenapa menuntut 1 tahun dengan masa percobaan 2 tahun penjara, Ali
menyampaikan, pihaknya sudah menjelaskan ada hal yang memberatkan dan
meringankan.

“Kan itu sudah disampaikan dalam hal memberatkan dan meringankan,”
tandasnya. (Amr)


TAG


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *