Kasus Pemasungan Sulit Terdeteksi

Depoliticanews – Khofifah Indar Parawansa Menteri Sosial mengatakan, kasus
pemasungan terhadap Orang Dengan Ganggunan Jiwa (ODGJ) di Indonesia sulit
terdeteksi karena banyak keluarga yang menyembunyikan persoalan.

“Berdasarkan diskusi rakor dari seluruh Dinas Sosial, persoalannya adalah
banyak keluarga yang menyembunyikan sehingga tidak terdeteksi,” kata
Khofifah dalam kunjungan kerjanya di Jambi, Sabtu (28/1).

Khofifah menargetkan Indonesia bisa bebas kasus pemasungan pada tahun 2019,
melalui salah satu cara yang dikembangkan pada program elektronik pasung
(e-pasung) yang diciptakan Dr Sukesi Apt Kepala Dinas Sosial Jawa Timur.

“Dan apa yang dilakukan Kepala Dinas Sosial Jawa Timur itu bagus, jadi dari
laporan itu bisa mengkonfirmasi sehingga bisa terdeteksi,” katanya seperti
dilansir Antara.

Dalam program e-pasung yang diciptakan Kadinsos Jawa Timur itu kata Mensos
menjelaskan akan bisa dideteksi siapa dan di mana serta seperti apa kondisi
ODGJ yang terpasung itu.

“Jadi detail, seluruh Indonesia bisa terintegrasi, tapi kalau Dinas
Sosialnya masih digabung energinya tidak cukup untuk merespon kasus itu
karena luas sekali. Maka fungsi kordinasinya dengan Dinsos kabupaten/kota
yang sangat diperlukan,” katanya.

Selain itu menurutnya, ODGJ itu tidak perlu dilakukan pemasungan, melainkan
dengan pemberian obat secara stimulan yang dipesankan oleh para kader, cara
itu bisa sembuh secara bertahap dengan menjalani perawatan medis.

“Jadi kalau bisa ada semacam one day one care atau setiap orang akan
berbagi setiap hari, harapannya masyarakat juga dapat bergerak bersama-sama
untuk menjadikan Indonesia bebas pasung tersebut,” pungkasnya. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *