Kasus Suap WTP Jadi Momentum Bersih-bersih Kabinet

Depoliticanews – Kasus suap pengurusan opini wajar tanpa pengecualian (WTP)
Kementerian Desa (Kemdes) bisa dijadikan momentum bagi Presiden Jokowi
untuk membersihkan Kabinet Kerja. Presiden diharapkan bertindak tegas
terhadap bawahannya yang terjaring korupsi atau tidak becus mengelola
lembaga yang dipimpin.

“Kalau itu benar harus ada reshuffle di Kemdes, tapi tidak cukup dengan
Kemdes saja yang lain juga kalau menyalahgunakan kekuasaan,” kata pengamat
politik Arbi Sanit, di Jakarta, Rabu (31/5).

Kasus suap opini WTP Kemdes menjadi kasus korupsi pertama yang membelit
kementerian di era kepemimpinan Presiden Jokowi. Tidak tanggung-tanggung
tersangkanya adalah irjen yang menyuap langsung auditor BPK.

Dikhawatirkan, kementerian atau lembaga yang lain juga melakukan hal yang
sama untuk mendapat opini WTP dari BPK. Maka itu, Arbi menilai penting bagi
Presiden mengevaluasi kabinetnya.
Menurut Arbi Sanit, kasus suap WTP jelas mencoreng kinerja pemerintahan
Presiden Jokowi yang menghendaki adanya perbaikan reformasi birokrasi
bahkan tegas memberantas pungutan-pungutan liar.

“Saya mengatakan ini ada sistem yang salah. Jadi kalau sistem yang salah
ini menyangkut moral manusia, menyangkut kewenangan negara, menyangkut para
pemimpin. Dari bawah sampai atas, dari samping kiri ke kanan melakukan
kejahatan korupsi secara bersama-sama,” ujarnya. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *