Kebakaran Pasar Senen Diduga Karena Korsleting

Depoliticanews – Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI
Jakarta, Subedjo menduga penyebab kebakaran di Blok III Pasar Senen,
Jakarta Pusat pada 04.20 WIB, Kamis (19/1) karena korsleting listrik.

“Ya itu dugaannya seperti itu. Tapi saya enggak bisa bilang begitu juga.
Saya belum tahu informasinya. Belum melakukan penelitian. Kalau dugaan, apa
pun bisa terjadi. Dari korsleting, dari puntung rokok juga bisa,” kata
Subedjo di lokasi kebakaran, Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis (19/1).

Berdasarkan informasi yang berhasil ia himpun, sumber api muncul dari
lantai dasar, kemudian menyambar ke lantai satu dan selanjutnya ke lantai
dua.
“Kalau awalnya dari lantai dasar. Kemudian ke lantai satu, kayak cerobong
gitu lah. Api ke lantai satu, ke lantai dua. Nah di lantai dua sudah mentok
kan. Di sana semua bahan yang mudah terbakar. Sehingga cepat perambatan
apinya,” jelasnya.

Sebanyak 42 unit mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan untuk memadamkan
api yang telah menghanguskan ribuan kios. Untuk itu, pasukan petugas
pemadam kebakaran membutuhkan air yang cukup banyak supaya tidak terputus
memadamkan api.
“Kami butuh air cukup banyak, jangan sampai terputus karena yang terbakar
barang-barang yang mudah terbakar, tahan air, plastik dengan jumlah yang
banyak,” ujarnya.

Saat ini, masih ada banyak pedagang yang ingin masuk untuk melihat keadaan
kiosnya dan mengambil barang-barang dagangan yang masih bisa diselamatkan.
Selama situasi tidak membahayakan, ia tidak melarang pedagang masuk untuk
mengambil barang-barang dagangan mereka.

“Lorongnya itu sempit, asapnya perih di mata dan perlu kehati-hatian.
Sementara ada beberapa pedagang yang ingin masuk mengambil
barang-barangnya. Ya nanti kami koordinasi lagi. Kalau membahayakan, kami
larang. Situasional saja. Kalau memang masih bisa dijangkau, tidak
membahayakan dan memungkinkan diambil kami akan bantu. Kalau bahaya, kami
larang,” tuturnya. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *