Keinginan DPC PDIP Dorong Risma Maju Pilgub Jatim Akan Terganjal

Depoliticanews – Keinginan kuat DPC PDIP Surabaya mendorong Tri Rismaharini
Wali Kota Surabaya agar bersedia maju ke kontestasi Pilgub Jatim 2018
sepertinya akan terganjal.

Bagaimana tidak, sampai H-1 penutupan pendaftaran di penjaringan Bacakada
yang digelar DPD PDIP Jatim, nama yang masih tercatat masih 2 orang, yakni
Saifullah Yusuf alias Gus Ipul yang saat ini masih aktif sebagai Wakil
Gubernur Jatim dan Kusnadi ketua DPD PDIP Jatim yang mendaftarkan diri
sebagai bakal Cawagub.

Tidak hanya itu, kondisi ini juga diperparah dengan sikap Risma- sapaan
akrab Tri Rismaharini- yang tetap menolak jika namanya dikaitkan dengan
Pilgub Jatim 2018. Dan sikap ini sama dengan sebelumnya, ketika namanya
disebut-sebut masuk dalam bursa bakal Cawagub DKI Jakarta dari PDIP.

Dan faktanya, popularitas namanya yang bertengger di nomer urut dua dalam
beberapa lembaga survei, ternyata tidak mampu menggoyahkan keyakinan Risma
yang sampai saat ini masih tetap menolak pencalonannya.

“Wong aku sudah sampaikan ke Bu Mega dan bu Mega setuju bukan aku yeee..,
Kecele kamu ya,” ujar Risma, seperti yang diberitakan beberapa hari yang
lalu.

Selain itu, niat DPC PDIP Surabaya yang akan mendaftarkan nama Risma ke
penjaringan DPD PDIP Jatim sepertinya juga akan menemui kendala, karena
menurut Kusnadi Ketua DPD PDIP Jatim, berkas pendaftaran harus
ditandatangani langsung oleh calon.

“Boleh aja (diwakili pendafarannya, red), sepanjang persyaratan yang
didaftarkan lengkap dan dokumen-dokumen yang disyaratkan ditandatangani
oleh yang didaftarkan,” jawab Kusnadi, Selasa (13/6).

Artinya, persyaratan pendaftaran ini akan sulit dipenuhi oleh DPC PDIP
Surabaya, karena Risma masih bertahan dengan sikapnya, yakni menolak
dicalonkan menjadi bakal Cagub untuk Pilkada Jatim 2018.

Namun ada pendapat yang berbeda dari Riswanto Ketua PAC PDIP Kenjeran
Surabaya, yang mengatakan bahwa dirinya tidak merasa aneh dengan sikap
Risma yang terus menyatakan penolakannya.

“Sejak dulu kan memang seperti itu, contohnya saat Pilkada Surabaya tahun
2010, beliau juga tidak pernah menyatakan kesediaannya untuk maju, demikian
juga untuk tahun 2015, faktanya malah berhasil meraih suara 86 persen,”
ucapnya.

Riswanto berpendapat bahwa Risma diyakini akan berubah sikap jika mayoritas
masyarakatnya secara riil mendorong sekaligus mendukung pencalonannya.

“Kami semua yakin jika Bu Risma akan berubah sikap, jika masyarakat Jatim
mampu menunjukkan dukungannya secara riil, karena DPP pasti akan
mempertimbangkan hal itu untuk mengeluarkan rekomendasinya,” tandasnya

“Kan semuanya bergantung DPP, tetapi kami yang ada di daerah tingkat dua
juga diberikan hak oleh DPP dan DPD untuk memberikan masukan, dan lagi,
kami semua termasuk Bu Risma ini hanya kader sekaligus petugas partai yang
wajib menjalankan amanahnya,” pungkasnya. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *