Kejagung Tetapkan Hary Tanoe Sebagai Tersangka

Depoliticanews – Kejaksaan Agung menegaskan kembali bahwa Hary
Tanoesoedibjo, pendiri MNC Group, sudah ditetapkan sebagai tersangka
perkara pengiriman pesan singkat berisi ancaman kepada penyidik kejaksaan
berdasarkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) tertanggal 15
Juni 2017.

“Jadi jelas bahwa sejak 15 Juni 2017, ada SPDP (diterima kejaksaan) atas
nama HT. Jadi ini sudah clear ya,” kata Noor Rachmad Jaksa Agung Muda
Pidana Umum (JAM Pidum) di Jakarta, Kamis (22/6).

Sementara dalam SPDP pada 19 Februari 2017, menurut dia, Hary Tanoe selaku
terlapor memang belum ditetapkan sebagai tersangka.

Informasi mengenai status hukum Hary Tanoe dalam SPDP terkini dikuatkan
oleh Yulianto, Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus
(JAM Pidsus) yang juga pelapor dalam kasus tersebut.

“Jadi yang disampaikan Pak Jaksa Agung itu sudah benar semua,” ucapnya.

Ia mengaku mengaku sudah melapor ke Jaksa Agung HM Prasetyo soal status
Hary Tanoe.

“Saya selaku pelapor kasus tersebut, tanggal 15 Juni. Artinya, sebelum Pak
JA mengeluarkan statement hari Jumat, tanggal 16 Juni 2017, saya memang
melaporkan ke Beliau bahwa saya sudah mendapatkan SPDP yang di mana dalam
SPDP itu sudah ditetapkan HT sebagai tersangka,” ujarnya.

Jaksa Yulianto menyatakan menerima pesan singkat dari Hary Tanoe pada 5
Januari 2016 sekitar pukul 16.30 WIB, kemudian dilanjutkan dengan SMS pada
7 Januari dan 9 Januari 2016 melalui aplikasi WhatsApp dari nomor yang
sama.

Ia menilai bahwa pesan itu mengandung ancaman dan kemudian melaporkan Hary
ke Siaga Bareskrim Polri dengan tuduhan melanggar Pasal 29 Undang-Undang
Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE). (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *