Kematian Saksi Kunci E-KTP Digarapkan Tak Ganggu Proses Hukum

Depoliticanews – Salah satu saksi kunci kasus KTP elektronik (e-KTP)
Johannes Marliem ditemukan tewas di Amerika Serikat. Kabar ini sempat
menghebohkan lantaran di Indonesia sendiri kasus e-KTP tengah digarap
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Seperti diketahui, Johannes merupakan penyedia alat automatic fingerprint
identification system (AFIS) dalam proyek e-KTP dan belum sempat dihadirkan
untuk bersaksi di persidangan.

Anggota DPR RI Komisi III Ahmad Sahroni berharap kabar kematian Johannes
jangan sampai mengganggu jalannya proses penegakan hukum kasus korupsi
e-KTP di KPK.

“Kami ucapkan bela sungkawa yang mendalam atas meninggalnya Johannes. Kami
juga berharap semoga kasus E KTP yang ditangani KPK tetap tuntas,” kata
Ahmad Sahroni, Minggu (13/8) di Jakarta.

Menurut Sahroni, untuk saksi-saksi kasus besar memang sebaiknya diberikan
perlindungan khusus oleh lembaga penegak hukum. Langkah demikian dilakukan
untuk mencegah agar kejadian yang sama tidak kembali terulang.

“Seharusnya, saksi penting mendapatkan perlindungan khusus. Bukan malah
mempublikasikan saksi-saksi tersebut kemana-mana sehingga nyawanya bisa
terancam,” ucap Sahroni.

Terkait kematian Johannes, KPK sendiri belum bisa memastikan apakah yang
bersangkutan tewas bunuh diri atau dibunuh. Sebab, terdapat kabar yang
menyebutkan terdengar beberapa suara tembakan sesaat sebelum pengusaha itu
ditemukan tewas.

‎Disebutkan, penyelidikan tewasnya Johannes Marliem merupakan domain polisi
AS. Pihaknya belum dapat memastikan seberapa jauh implikasi tewasnya
Johannes dengan penanganan perkara e-KTP. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *