Kemenkeu Akan Kaji Usulan Transportasi Trem di Surabaya

Depoliticanews – Kementerian Keuangan membentuk tim khusus untuk memberikan
penilaian layak atau tidaknya usulan Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur,
untuk membangun moda transporasi massal trem.

“Titik terang itu yang kami pegang. Makanya kami berkomunikasi intensif
dengan Kemenkeu,” kata Hendro Gunawan Sekretaris Kota Surabaya kepada
wartawan usai menghadiri rapat dengar pendapat Laporan Keterangan dan
Pertanggungjawaban Wali Kota Surabaya 2016 di Komisi D DPRD Surabaya, Senin
(22/5).

Menurut dia, apabila dinilai layak, saat itu juga akan mendapatkan
persetujuan yang bentuknya bisa sharing antara pemerintah pusat, provinsi
dan kota atau pendanaan swasta. “Kalau dulu prosesnya berbelit dan lama,
sekitar dua tahun,” ujarnya.

Hendro mengatakan menteri keuangan menyampaikan kepada wali kota Surabaya
bahwa alternatif pendanaan proyek strategis di seluruh Indonesia salah
satunya penyediaan Mass Rapid Transportation (MRT) adalah melalui Kerja
Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Dengan sistem ini, lanjut dia, pemerintah kota menjadi dimudahkan untuk
melakukan pekerjaan strategis dengan ketentuan yang lebih mudah kerja sama
dengan kementrian keuangan dan Kementerian Pekerjaan Umum.

“Dulu kami diskusi dengan Bappenas, Kementerian PU dan sebagainya prosesnya
sangat lambat,” ujarnya.

Ia mengatakan Menteri Keuangan menjanjikan dalam dua bulan pascapertemuan
dengan wali kota beberapa waktu lalu akan ada keputusan layak atau tidak
megaproyek pembangunan trem.

Untuk mewujudkan rencana pembangunan moda transporasti itu, kata dia,
pemerintah kota berupaya menyajikan data sebaik mungkin termasuk kemampuan
daerah. “Aspek kelayakan, salah satunya dari kekuatan APBD kita,” kata
Hendro.

Ia mengatakan kekuatan APBD diperhatikan karena ada sistem subsidi yang
diberikan.

Menurutnya tidak ada satu kota pun yang tak memberikan subsidi untuk
kepentingan publik. “Jika tarifnya Rp25 ribu siapa yang naik, makanya perlu
ada subsidi?” katanya.

Hendro mengatakan selain keterjangkauan beberapa aspek lain yang
diperhatikan dalam pembangunan moda transportasi massal adalah, rute, cost
dan kekuatan PAD.

“Semuanya sudah dilakukan kajian dan sudah dikirim ke pemerintah pusat
untuk dievaluasi,” katanya.

Hendro mengaku pembangunan MRT di Surabaya diprioritaskan untuk jalur
utara-selatan. Sementara pembangunan jalur timur-barat, rencananya masih
dimatangkan. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *