Kemenpar Poles Wisata Religi

Depoliticanews -Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI berharap banyak pada destinasi wisata
religi untuk bisa mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Dua
destinasi wisata religi di Lamongan termasuk yang menerima program bantuan
dari Kemenpar.

Itu terutama terkait Program Kemenpar yang menargetkan kunjungan wisman
bisa mencapai 20 juta di tahun 2010. Hak tersebut disampaikan Kasubid
Wisata Religi Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Wisata Budaya dalam
Workshop Koordinasi dan Sinkronisasi Pengembangan Destinasi Wisata Sejarah
dan Religi Sudaryanto dalam Workshop Koordinasi dan Sinkronisasi
Pengembangan Destinasi Wisata Sejarah dan Religi Sudaryanto di Grand
Mahkota, Kamis (6/4).

“Program Nasional di bidang pariwisata tahun 2019 menargetkan bisa
meningkatkan kunjungan wisata mancanegara sebesar 20 juta orang. Itu
berarti dua kali lipat dari pencapaian tahun 2015, yang sebanyak 10 juta
wisman, “ ungkap Sudaryanto.

Dia menjelaskan, untuk mendukung pencapaian tersebut Kemenpar telah
melaksanakan beberapa program perbaikan fasilitas wisata religi.

“Kemenpar telah melakukan pembangunan lahan parkir wisata religi Sunan Giri
Gresik dan Pemasangan lampu penerangan di Masjid Islamic Center di Lombok.
Sementara tahun ini kita akan membangun lahan parkir di wisata religi Sunan
Drajad Lamongan, “ ungkap Sudaryanto.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Chairil Anwar Lamongan di
kesempatan yang sama mengungkapkan ada aspek kenyamanan yang harus
diperbaiki. Terkait upaya meningkatkan jumlah kunjungan wisata di wisata
Sunan Drajad Lamongan harus memberikan rasa nyaman melalui penyediaan
fasilitas yang memadai.

“Wisata Religi Sunan Drajad di saat-saat tertentu jumlah pengunjungnya bisa
melebihi kapasitas. Sehingga banyak kendaraan atau bus yang harus parkir di
bahu jalan atau lapangan desa setempat. Oleh karena itu kami menyambut baik
bantuan dari Kemenpar terkait pembangunan lahan parkir, “ kata Chairil
Anwar.

Namun Chairil Anwar juga menyebutkan banyak fasilitas lain yang dibutuhkan
untuk meningkatkan kenyamanan bagi peziarah. Misalnya terkait pengadaan
tempat sampah, pembangunan pagar keliling, pembangunan menara air serta
pembuatan taman.

Jumlah kunjungan wisata di Lamongan di tahun 2016 tercatat sebanyak 2,1
juta orang. Destinasi Sunan Drajad dikunjungi 440 ribu orang dan Sunan
Sendang Dhuwur dikunjungi 84 ribu pengunjung. Total Pendapatan Asli Daerah
dari sektor ini di tahun 2016 mencapai Rp 14,6 miliar.(sta)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *