Kemenpora Kirim 137 Pemuda Magang di 15 Negara

Depoliticanews – Untuk menumbuhkan calon pengusaha baru nasional,
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengirimkan sejumlah pemuda
untuk bermagang di luar negeri selama tiga bulan hingga satu tahun.

Hal itu dikatakan Menpora Imam Nahrawi didampingi Sekretaris Deputi Bidang
Pemberdayaan Pemuda I Gusti Ngurah Bagus Sucitra, Asdep Peningkatan Iptek
dan Imtaq Pemuda Esa Sukmawijaya dan Asisten Deputi Peningkatan Wawasan
Pemuda Alman Hudri memberikan materi di acara Pre Departure Training
Program Pemuda Magang Luar Negeri (PPMLN), di Gedung Serbaguna Wisma
Soegondo, Cibubur, Jakarta Timur, Senin malam (25/9).

PPMLN adalah program yang memfasilitasi sebuah bentuk pengalaman dalam
praktik kerja dan belajar untuk generasi muda dalam mengembangkan
pengetahuan akademik dan keahlian profesional di lingkungan kebudayaan
luar. Program PPMLN merupakan kerja sama AIESEC Indonesia dengan
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

Di depan peserta Pre Departure Training, Menpora mengatakan bahwa program
PPMLN ini bagi pemerintah adalah Program percontohan. “Kalian yang
berjumlah 137 orang di antaranya 20 sudah berangkat ke luar negeri
merupakan model baru bagi program Kemenpora untuk memberi kepastian bahwa
program PPMLN ini dapat memberikan manfaat nyata dedikasi dan menginspirasi
bagi semua pemuda di Tanah Air,” jelas Menpora.

Oleh karena itu, Menteri Imam menambahkan pengalaman-pengalam yang didapat
oleh peserta Pre Departure Training sejak pelatihan sampai di negara
penempatan dan kembali ke Indonesia harus betul-betul menginspirasi bagi
kurang lebih 60 juta anak muda Indonesia.

“Karena itu, mulai malam ini kalian sudah punya tagar sendiri untuk
mempublikasikan pengalaman kalian di media sosial dari mulai di acara ini
sampai di negara penempatan dan pulang ke Tanah Air,” ujar Menpora seperti
rilis kepada depoliticanews, Kamis (28/9).

Imam Nahrawi menambahkan, setelah para pemuda ini pulang dari luar negeri
bisa mengisi kekosongan 1,5 juta calon-calon pengusaha baru Indonesia.
Karenanya, program ini menjadi penting bagi Kemenpora untuk melihat apakah
program ini bisa dilanjutkan atau tidak pada tahun depan.

“Biasanya pertukaran pemuda luar negeri maksimal hanya satu bulan. Pada
program ini tiga bulan sampai satu tahun. Untuk itu kalian semua nanti di
negara penempatan harus betul-betul bisa memanfaatkan sebaik mungkin untuk
dapat pengalaman baru dan pelajaran baru sehingga mungkin saja ada
pengusaha baru yang lahir dari program ini,” tambah mantan anggota DPR
tersebut.

Menpora meminta kepada seluruh peserta PPMLN ini untuk dapat mempelajari
budaya di negara penempatan. “Tiba kalian di sana nanti, kalian dapat
mempelajari budaya dan kebijakan yang dikeluarkan oleh negara penempatan
dalam mengembangkan usahanya dengan baik,” tukasnya.

Program ini memiliki 15 negara tujuan untuk pilihan magang yang disesuaikan
dengan kompetensi yang dimiliki oleh setiap peserta. Seluruh negara tujuan
magang ini, dikategorikan berdasarkan empat regional area, yakni Asia Timur
(Jepang, Hong Kong dan Taiwan), Asia Tenggara (Malaysia, Filipina, Thailand
dan Vietnam), Asia Selatan (India) dan Eropa (Turki dan Maroko). (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *