Ketua Bawaslu: Penegakan Hukum Pemilu Masih Lemah

Depoliticanews – Penegakan hukum dalam pemilihan umum (pemilu), termasuk
dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) masih sangat lemah. Sinergi antara
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Kepolisian, dan Kejaksaan yang tergabung
di Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) belum optimal.

“Memang seharusnya kita melakukan penguatan itu secara bersinergi dari tiga
institusi itu, dari sejumlah penegak hukum, Pidana pemilu, terus terang,
masih lemah dari segi pemilu, kepolisian, dan kejaksaan,” ujar Ketua
Bawaslu Muhammad di Jakarta, Senin (10/4).

Menurutnya, sinergi di Sentra Gakkumdu pusat sudah berjalan, tetapi belum
optimal. Sementara, Sentra Gakkumdu di daerah, kata dia, masih tetap
menjadi perhatian sehingga sering juga pusat turun ke daerah. “Ini
dilakukan supaya Sentra Gakkumdu daerah itu tepat dalam memberlakukan pasal
dan kajiannya juga tepat, sehingga penegakan hukum sesuai UU,” ujarnya.

Lebih lanjut, Muhammad mengatakan, persoalan utama di Sentra Gakkumdu
adalah profesionalitas anggotanya. Hal ini terkait dengan pemahaman para
anggota Sentra Gakkumdu dalam memahami UU terkait dengan penegakan hukum
pidana pemilu.

“Kalau soal integritas, memang ada satu atau dua hal yang memang unsur
pengawas pemilunya tidak objektif, tidak mematuhi nilai-nilai
independensi,” ujarnya. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *