Ketua Golkar DKI Bungkam Soal Aliran Dana Proyek Bakamla

Depoliticanews – Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Golkar, Fayakhun Andriadi
rampung diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap proyek satelit monitor di
Badan Keamanan Laut (Bakamla), Selasa (25/4). Fayakhun yang juga Ketua DPD
Partai Golkar DKI terlihat keluar ruang pemeriksaan dengan didampingi
sejumlah koleganya.

Namun, Fayakhun tak berkomentar apapun saat dikonfirmasi awak media
mengenai materi pemeriksaan yang dijalaninya. Fayakhun pun memilih bungkam
saat disinggung mengenai adanya aliran uang yang diterimanya terkait kasus
tersebut. Kepada awak media, Fayakhun hanya mengaku sudah membeberkan
segala hal yang diketahuinya mengenai kasus ini kepada penyidik.

“Saya sudah ketemu pemeriksa dan sudah menjawab pertanyaan-pertanyaan,”
kata Fayakhun usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (25/4).

Diketahui, Fayakhun diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas Kepala
Biro Perencanaan dan Organisasi Bakamla Nofel Hasan dan Pejabat Pembuat
Komitmen (PPK) yang telah berstatus tersangka.

Jubir KPK, Febri Diansyah mengungkapkan, pemeriksaan terhadap Fayakhun
dilakukan penyidik untuk mendalami proses pembahasan anggaran proyek
tersebut di DPR. Pembahasan proyek ini sempat mencuat dalam persidangan
sejumlah terdakwa perkara ini.

“Penyidik mendalami fakta yang telah muncul di persidangan. Salah satunya
terkait proses pembahasan anggaran proyek tersebut di DPR,” ungkap Febri.
Nama Fayakhun sendiri muncul dalam persidangan kasus dugaan suap terkait
pengadaan satelit pemantau di Bakamla dengan terdakwa Hardy Stefanus. Dalam
persidangan tersebut, Fayakhun disebut oleh Direktur PT Merial Esa, Fahmi
Darmawansyah sebagai salah satu pihak yang turut menerima uang terkait
proyek di Bakamla. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *