Khofifah: Perempuan Harus Muncul sebagai Juru Damai

Depoliticanews – Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa meminta agar
kaum perempuan muncul sebagai juru damai.

“Berbicara tentang pemberdayaan perempuan, kami menginisasi agar perempuan
menjadi juru damai. Kami sudah melakukan komunikasi dengan perempuan di
berbagai daerah, mulai Aceh, juga Ambon,” katanya.

Menteri Sosial pada Minggu (8/10) berada di Sumenep menghadiri peringatan
Hari Perdamaian Internasional di Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk,
Kabupaten Sumenep. Acara tersebut dijadwalkan dihadiri Presiden RI Joko
Widodo.

“Posisi perempuan saat ini ada pada kesetaraan gender. Perempuan seharusnya
dilibatkan mulai perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta monitoring
program-program penting. Perempuan harus masuk ke semua lini,” ujar
Khofifah.

Menurutnya, saat ini tidak ada lagi alasan perempuan tidak sekolah. Apabila
terlambat, maka kaum perempuan bisa mengikuti kejar paket.

“Setelah menyelesaikan sekolah formal, para perempuan sebaiknya mengikuti
profesional training agar mempunyai ketrampilan,” ujarnya.

Selain itu, Khofifah juga mengingatkan pentingnya kesehatan bagi kaum
perempuan. Baginya, perempuan itu harus sehat, terdidik, dan mempunyai
penghasilan.

“Kalau itu tercapai, maka gender development indeks akan meningkat.
Kesadaran perempuan akan meningkat karena ada support sistem,” ucapnya.

Sementara untuk pesantren, Khofifah mengakui bahwa pesantren NU telah
menginisiasi perdamaian sejak lama. Termasuk Pondok Pesantren Annuqayah
Guluk-guluk yang cukup modern.

“Pondok pesantren Annuqayah cukup signifikan menjadi pioner, diikuti
pesantren-pesantren lain. Pesantren merupakan lini terdepan, dan pagar
untuk menjaga NKRI,” tandasnya. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *