Kini, TNI Boleh Berantas Terorisme

Depoliticanews – Teka-teki boleh dan tidaknya Tentara Nasional Indonesia
(TNI) terlibat dalam memberantas terorisme akhirnya terjawab sudah.

Dalam draf revisi Undang-Undang UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang
Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang saat ini sedang dibahas Dewan
Perwakilan Rakyat (DPR) disebutkan TNI bisa terlibat langsung dalam
pemberantasan terorisme.

Namun mekanisme keterlibatan TNI ini tidak diatur secara detail dalam
revisi tersebut. Pengaturan lebih lengkap dan detail soal keterlibatan TNI
akan diatur melalui peraturan presiden (Perpres) setelah revisi UU No 15
Tahun 2003 disahkan DPR. Perpres ini akan menjadi peraturan pelaksana atas
UU yang akan disahkan.

“Perpres keluar setelah UU hasil revisi disahkan. Di situ dimuat semua
sejauh mana keterlibatan TNI,” kata Ketua Panitia Kerja RUU Terorisme
Muhammad Syafi’i usai bertemu dengan Menteri Koordinator Politik Hukum dan
Keamanan Wiranto di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Sabtu (16/9).

Syafi’i menjelaskan saat ini DPR masih merampungkan revisi UU yang lama.
Diharapkan akhir 2017 ini sudah bisa disahkan menjadi UU.

Menurutnya, tidak ada lagi masalah soal keterlibatan TNI, tinggal
dimatangkan sehingga menjadi sebuah UU yang komprehensif.

“Konten semuanya sudah disepakati, tinggal bagaimana mengkonstruksi
pasalnya. Konten sudah 100 persen, hanya konstruksi pasalnya baru mencapai
90 persen,” ujar politisi Partai Gerindra ini.

Dia menambahkan DPR sesungguhnya siap menyelesaikan revisi UU tersebut pada
Oktober ini, namun pemerintah minta waktu untuk sinkronisasi dan finalisasi.

“Akhir masa sidang sekarang 27 Oktober. Rasanya tidak cukup kalau sampai
deadline itu. Butuh waktu lagi untuk menyelesaikannya,” tutupnya. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *