KOKAM: Ahok Tak Temukan Celah Lemahkan Pendapat KH Maruf Amin

Depoliticanews – Sejak awal persidangan mendengarkan kesaksian Ketua MUI KH
Ma’ruf Amin, berbagai pertanyaan dari PH terdakwa terkesan disampaikan
berulang-ulang dan ada beberapa yang diluar konteks dakwaan. Maka tak ayal
sidang ke 8 ini memecahkan rekor kurang lebih 7 jam hanya untuk mengorek
kesaksian Ketua MUI, Selasa (31/1).

“Berdasarkan pengamatan saya dalam persidangan ini berkali-kali KH Ma’ruf
Amin menolak menjawab pertanyaan karena sudah beberapa kali diterangkan
pada penanya sebelumnya dan hal ini dibenarkan ketua majelis hakim dengan
mengingatkan para penasehat hukum tersebut agar mencatat kesaksian yang
sudah disampaikan agar tidak berulang, terkesan beberapa PH terdakwa tidak
menguasai materi dakwaan dan substansi persoalan kesaksian saksi,” ujar
ketua KOKAM Muhammadiyah Mashuri Masyhuda kepada depoliticanews, Kamis
(2/2).

Bahkan beberapa pertanyaan terindikasi ada desakan kepada saksi untuk
menyatakan pendapat terkait beberapa hal, padahal dalam persidangan saksi
mempunyai hak-hak yg dilindungi undang-undang seperti berhak untuk
memberikan keterangan tanpa tekanan dari siapapun atau dalam bentuk apapun
(Pasal 117 ayat (1) KUHAP).

“Juga saksi berhak menolak menandatangani berita acara yang memuat
keterangannya dengan memberikan alasan yang kuat (Pasal 118 KUHAP). Serta
saksi berhak untuk tidak diajukan pertanyaan yang menjerat kepada saksi
(Pasal 166 KUHAP),” tandasnya.

Kesaksian Ketua MUI ini, lanjutnya, kesaksian kunci karena pendapat
keagamaan MUI menjadi salah satu alat bukti yang kuat dan memenuhi unsur
pidana yang menjerat terdakwa, sehingga ada indikasi mencari-cari kelemahan
pendapat keagamaan itu agar penasehat hukum bisa minimal meringankan
hukuman terdakwa.

Secara keseluruhan Ahok tidak berhasil menemukan celah yang signifikan yang
dapat melemahkan pendapat keagamaan itu.

“Sehingga menurut kami jika sudah ada 2 alat bukti yang sah dan setidaknya
lebih 10 saksi pelapor dan saksi fakta sudah cukup untuk lanjut ke tahap
proses hukum berikutnya. Bahkan Ahok sudah sangat bisa ditahan,”
pungkasnya. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *