Konseptor Pembangunan Jatim Diminta Maju Pilgub

Konseptor Pembangunan Jatim Diminta Maju Pilgub

Depoliticanews – Jatim membutuhkan seorang konseptor pembangunan dan
ekonomi untuk menjadi pemimpin.

Untuk itu, masyarakat maritim di Jatim meminta mantan Asisten II Pemprov
Jatim dan Kepala Bappeda Provinsi Jatim Hadi Prasetyo untuk running pilgub
Jatim 2018. Saat ini, mayoritas yang muncul di permukaan hanya diisi calon
dari partai politik dan tokoh bisnis. Pejabat murah senyum yang akrab
disapa Hadi Prast ini sekarang menjabat Komisaris Utama PT SIER.

“Jatim butuh seorang profesional, seorang konseptor pembangunan dan ekonomi
Jatim ke depan,” tegas Ketua Forum Masyarakat Maritim, Kelautan dan
Perikanan Jatim Oki Lukito, Rabu (26/7).

Dari pandangan Oki, tokoh yang muncul sekarang banyak yang dari politikus,
ada Wagub Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Mensos Khofifah Indar Parawansa,
Walikota Surabaya Tri Rismaharini, kemudian pengusaha yang juga Ketua Umum
Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti.

Demikian pula dengan cawagubnya juga banyak dari kalangan politikus seperti
Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Ketua PDIP Jatim Kusnadi dan Bupati Ngawi
Budi ‘Kanang’ Sulistyono. “Dari kalangan profesional belum ada yang muncul,
padahal persoalan Jatim ke depan adalah bagaimana mempertahankan
pertumbuhan ekonomi Jatim tetap pada tracknya,” ujarnya.

Oki melihat sosok Hadi Prast yang selama ini berdiam diri, sudah saatnya
untuk tampil ke permukaan. Minimal ikut masuk dalam bursa cawagub Jatim
yang bisa ditandemkan ke semua calon, seperti Gus Ipul, Khofifah atau Risma.

“Para calon semua populer, namun mereka perlu didampingi tokoh profesional
sehingga ada yang mengelola pemerintahan dari dua sisi, yakni kepopuleran
dan profesional,” tuturnya.

Jatim secara ekonomi memang sudah bagus, namun sejak ekonomi Indonesia
tidak stabil, Jatim juga terimbas. Apalagi pengangguran usia produktif juga
menumpuk. Dia menjelaskan, Indonesia dan Jatim mendapat berkah bonus
demografi pada periode 2018-2030an yang ditandai dengan melimpah ruahnya
jumlah penduduk angkatan kerja produktif.

“Ini bisa jadi berkah, tapi bisa jadi musibah bila angkatan kerja produktif
yang berlimpah hingga jutaan orang tidak bisa diserap oleh perkembangan
ekonomi yang memadai. Khususnya dalam hal penyediaan lapangan/kesempatan
kerja. Sektor maritim kelautan dan agraris menjadi sektor yang bagus untuk
bisa mengatasi berbagai persoalan,” katanya.

Bila dampak bonus demografi tidak terkelola dengan baik dan tepat, ini bisa
jadi efek domino yg mengerikan, bisa meledak angka pengangguran dan
kesenjangan ekonomi sosial yang melebar. Juga, kemiskinan bisa makin dalam
dan parah.

Perekonomian sekarang ini berat dan masih makin berat dalam lima tahun
mendatang. Beberapa indikator ekonomi menunjukkan penurunan. “Sektor retail
menurun, industri menurun, bahkan sektor properti menurun hingga 60 persen.
Bisa dibayangkan betapa tantangan 2018 dan ke depannya sangat berat. Tidak
cukup hanya dengan pendekatan sosial, tetapi juga ekonomi yang tajam dan
solutif,” tukasnya.

Konsep-konsep pembangunan di pemprov Jatim juga sebagian besar buah
pemikiran Hadi Prast. Bila ini dituangkan dan dijabarkan saat dia masuk
dalam bursa cawagub nanti, hasilnya akan maksimal. Apalagi sekarang
sejumlah parpol masih membuka peluang untuk mendaftar, seperti Partai
Demokrat, Partai Golkar, Partai Gerindra dan Partai NasDem.

“Para tokoh elit partai harus melihat dan mempertimbangkan ini. Bukan
sekadar menang kalah dalam pilkada, bukan soal bagi bagi kekuasaan tetapi
benar benar soal beban berat masyarakat sosial maupun ekonomi. Bila partai
politik ingin diangap partai yang membela rakyat, maka gabungan antara
politikus dan profesional sangat dibutuhkan,” pungkasnya. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *