KPK Geledah 15 Lokasi di Nganjuk

Depoliticanews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut dan
mengembangkan kasus dugaan suap terkait perekrutan dan pengelolaan aparatur
sipil negara/pegawai negeri sipil (ASN/PNS) di lingkungan Pemerintah
Kabupaten (Pemkab) Nganjuk yang menjerat Bupati Nganjuk, Taufiqurrahman.
Dalam mengusut kasus jual beli jabatan ini, KPK menggeledah sekitar 15
lokasi di Nganjuk, sejak Jumat (27/10) hingga Senin (30/10).

Juru bicara KPK, Febri Diansyah, menjelaskan, tim penyidik telah
menggeledah rumah milik lima tersangka, yakni Bupati Nganjuk
Taufiqurrahman, Kepala Sekolah SMPN 2 Ngronggot Suwandi, Kadis Pendidikan
dan Kebudayaan Nganjuk Ibnu Hajar, Kepala Bagian Umum RSUD Nganjuk
Mokhammad Bisri, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Nganjuk Hariyanto.

Selain itu, kata Febri, tim penyidik juga menggeledah dua kantor dinas di
lingkungan Pemkab Nganjuk, yakni kantor Dinas Lingkungan Hidup dan kantor
Dinas Pendidikan. Bahkan, tim penyidik KPK menggeledah rumah milik delapan
orang saksi yang terkait kasus ini.

“Dari penggeledahan tersebut, penyidik menyita sejumlah dokumen dan barang
bukti elektronik,” jelasnya.

Dalam mengusut kasus ini, KPK sedang mendalami sumber uang suap yang
diterima Taufiqurrahman. Uang suap tersebut, dikumpulkan oleh Suwandi dan
Ibnu Hajar dari para PNS di Nganjuk.

“Penyidik mendalami terkait sumber uang suap yang dikumpulkan dan
diserahkan kepada kedua tersangka SUW (Suwandi) dan IH (Ibnu Hajar),”
katanya.

Untuk mendalami hal ini, tim penyidik telah memeriksa sekitar 10 orang
saksi sejak Sabtu (27/10) hingga hari ini. 10 orang saksi yang diperiksa
KPK di Mapolres Nganjuk itu berasal dari unsur PNS sejumlah dinas di
Nganjuk.

“PNS Dinas pendidikan dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nganjuk,” kata
Febri. (Amr)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *